Barulah pada awal tahun ini, lampu hijau datang dari Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Menurut Dirut Bank Muamalat Achmad K. Permana, kemampuan Al-Falah dalam penyuntikan modal pada tahun ini sampai Rp3,2 triliun. Adapun kebutuhan modal untuk tier satu perusahaan adalah Rp2 triliun. Simakulasan Finansialku berikut ini. Macam-macam Bisnis yang Dianjurkan Islam #1 Sewa Tanah #2 Usaha Ternak #3 Investasi Berwujud Emas #4 Investasi Properti #5 Berjualan di Pasar #6 Usaha Bidang Pendidikan #7 Usaha Travel Umroh dan Haji Pentingnya Memilih Jenis Usaha yang Dianjurkan Islam Syarat Bisnis yang Halal Menurut Islam Pengalamanorang lain merupakan asset untuk menambah modal kita bila ingin memulai usaha. 8. Niatkan Sebagi Ibadah Saya ingin usaha ini merupakan ibadah, buka sekedar komersil. Artinya, ketika ada konsumen yang ingin membeli oleh-oleh maupun perlengkapan haji dan umroh, saya 100% akan membantu. Berikutadalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan supaya pengelolaan modal usaha bisa maksimal: 1. Buat Rancangan Keuangan yang Tepat Semua aktivitas bisnis dapat berjalan dengan baik apabila Anda memiliki perencanaan yang matang. Maka dari itu, pastikan untuk membuat rancangan keuangan yang tepat sebelum mulai berbisnis. RatusanJuta Mengalir dari Bisnis Oleh-oleh Haji Pada masa-masa awal membuka usaha, respon pasar yang diterima Eva cukup positif dan omzetnya juga lumayan stabil karena saat itu mendekati masa musim haji dan bulan Ramadhan. 2 Kunci Sukses: Jaga Kepercayaan Distributor A - A + Share contoh saling ketergantungan antara komponen biotik dan komponen abiotik adalah. - "Silakan dipakai untuk infrastruktur. Saya hanya memberikan contoh lho. Silakan dipakai untuk sukuk, silakan ditaruh di bank syariah."Sepenggal ucapan Presiden Joko Widodo Jokowi usai melantik Anggota Dewan Pengawas dan Anggota Badan Pelaksana Pengelola Keuangan Haji BPKH di Istana Negara, Jakarta, Rabu 26/7/2017, menuai pro dan kontra di publik soal gagasan dana haji untuk pembiayaan infrastruktur. Ada yang mendukungnya dan sebagian lagi dana haji memang sangat sensitif, selain menyangkut soal uang yang tak sedikit juga masalah kepentingan umat. Sebagai gambaran, jumlah jemaah haji Indonesia yang diberangkatkan pada 2015 mencapai jemaah dan diasumsikan per orang membayar Rp20 juta, maka dana yang terkumpul dari mereka yang berangkat pada tahun itu saja sudah Rp3,09 triliun. Padahal, jumlah masyarakat yang masih menunggu untuk diberangkatkan haji lebih dari satu juta orang. Pentingnya pengelolaan dana yang besar itu, maka lahir Undang-undang Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji. Berdasarkan Pasal 20, pengelolaan keuangan haji dilakukan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji BPKH.BPKH memiliki tugas untuk menerima, mengembangkan, mengatur pengeluaran dan bertanggungjawab atas keuangan haji yang berhasil dihimpun. BPHK juga bertugas untuk mengurus investasi keuangan haji yang sesuai dengan prinsip syariah, kehati-hatian, aman dan bermanfaat. Badan ini pun berwenang untuk bekerjasama dengan lembaga lain dalam pengelolaan keuangan saja pengelolaan dana haji ditempatkan?Dalam hal penempatan keuangan haji yang terhimpun, dana tersebut dapat diinvestasikan ke dalam beberapa bentuk, yaitu produk perbankan, surat berharga, emas, investasi langsung dan investasi lainnya. Investasi ini dapat dilakukan selama sesuai dengan prinsip syariah yang mempertimbangkan aspek keamanan, kehati-hatian, nilai manfaat dan likuiditas. Penempatan dana haji pada produk investasi surat berharga syariah atau sukuk sudah dilakukan sejak 2010. Berdasarkan MoU 22 April 2009, antara Kementerian Keuangan dan Agama menyepakati penempatan dana haji dan dana abadi umat ke Surat Berharga Syariah Negara SBSN dengan cara private placement. Private placement adalah penempatan sejumlah modal dalam suatu perusahaan melalui pembelian aset yang transaksinya terjadi pada pasar negosiasi. Surat berharga syariah tersebut dikenal dengan sebutan SDHI Sukuk Dana Haji Indonesia hingga 12 Januari 2017, outstanding SDHI senilai Rp36,7 2010, penempatan investasi dalam bentuk sukuk berjumlah Rp12 triliun. Pada 2013, terjadi peningkatan penempatan investasi menjadi Rp31,1 triliun. Pada 2015, penempatan investasi pada sukuk sebesar Rp35,83 triliun. Selain melalui sukuk, penempatan investasi dana haji juga dilakukan melalui deposito. Pada 2010, nilai penempatan pada deposito sebesar Rp9,85 triliun dan meningkat menjadi Rp26,2 triliun pada 2013. Meningkatnya nilai penempatan deposito pada 2013 karena peningkatan return perbankan dan berlakunya program penjaminan LPS untuk dana jemaah. Selain itu, pada periode tersebut ada pengalihan penempatan dana haji dari kas kepada produk perbankan. Bahkan, pada 2015, nilai dana haji yang ditempatkan pada deposito mencapai Rp43 2016, nilai dana haji, untuk setoran awal, nilai manfaat dan dana abadi umat, diperkirakan akan mencapai Rp100 triliun. Penempatannya per 31 Desember 2016 SBSN sebesar Rp35,65 triliun, deposito berjangka syariah sebesar Rp54,57 triliun dan Surat Utang Negara SUN sebesar sebesar US$10 juta atau setara dengan Rp136 miliar. Sesuai dengan UU Tahun 2014, dana haji yang terhimpun dari masyarakat dapat ditempatkan dan diinvestasikan baik pada produk perbankan hingga surat berharga. Perlu diperhatikan, penempatan dana haji ini harus sesuai dengan hukum syariah. Artinya, seluruh dana yang ditempatkan baik pada instrumen keuangan maupun investasi langsung harus sesuai dengan apa yang digariskan dalam Al-Quran dan Hadis. Mudahnya, tidak boleh ada unsur riba dalam produk investasinya. Seperti yang dinyatakan oleh MUI, Majelis Ulama Indonesia MUI, ada syarat pemanfaatan dana haji, yaitu investasi dana haji harus digunakan untuk usaha yang memenuhi prinsip syariah. Selain itu, dana haji yang diinvestasikan harus berkembang dan memiliki nilai manfaat baik bagi jemaah itu sendiri maupun kemaslahatan umat. Serta, yang terakhir adalah likuiditas dana haji yang ditempatkan mudah untuk digunakan oleh jemaah. Melihat penjelasan MUI, UU dan potensi dana haji, penempatannya untuk infrastruktur sebenarnya tidak menyalahi aturan yang ada. Namun, yang perlu diperhatikan adalah risiko dan likuiditas dari investasi yang ditanamkan. Alasannya, melalui pemanfaatan dana haji yang besar ini, seharusnya tak hanya Jemaah haji yang dapat merasakan manfaatnya, tetapi berpotensi juga untuk mendorong pembangunan berkelanjutan yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas. Selain itu, yang lebih penting dari polemik penggunaan dana haji bagi infrastruktur adalah penempatan dana haji pada produk investasi. Prinsip utama dalam pengelolaan dana haji adalah sesuai syariah, tapi melihat laporan dari Kementerian Agama/BPKH, ada potensi non-syariah dalam penempatan dana haji di Surat Utang Negara serta Deposito. Ini lah yang sebaiknya menjadi perhatian dalam pengelolaan dana haji. Jadi, persoalannya tak hanya berpolemik soal dana haji untuk kepentingan pembiayaan infrastruktur saja. - Ekonomi Reporter Dinda PurnamasariPenulis Dinda PurnamasariEditor Suhendra Pada masa-masa awal membuka usaha, respon pasar yang diterima Eva cukup positif dan omzetnya juga lumayan stabil karena saat itu mendekati masa musim haji dan bulan setelah musim haji selesai, omzetnya menurun drastis. Pasalnya ibadah umroh pada masa itu belum seramai saat ini sehingga usaha oleh-oleh haji ketika itu termasuk kategori bisnis yang seiring waktu, Eva mulai paham siklus penjualan di Tanah Abang dan mempelajari permintaan-permintaan konsumen. Eva melengkapi produk-produknya dan bekerjasama dengan banyak salah satu modal sukses berbisnis di Tanah Abang adalah memiliki kepercayaan supplier. Jika bisa menjaga amanah, maka sebesar apapun nilai barang yang diminat, supplier akan memberinya. “Bahkan saya pernah diberi barang yang kalau diuangkan senilai Rp500 juta. Sementara jika kita meminjam sejumlah itu ke bank prosesnya njelimet banget dan harus ada jaminan,” sebulan Eva mampu menjual sekitar 200-300 kodi produk peci maupun sajadah. “Tergantung permintaan, kalau di atas itu kami juga mampu sediakan karena banyak perajin yang kami ajak kerja sama,” masa normal, omzet yang bisa dia kantong Rp200 juta – Rp270 juta dengan keuntungan bersih Rp30 juta –Rp70 juta. Jumlahnya akan meningkat drastis mendekati masa Ramadhan hingga Rp400 juta – Rp500 juta. Ada ide usaha yang bisa dicoba, yakni bisnis oleh-oleh haji. Tertarik mencobanya? Hari Raya Idul Adha atau yang juga disebut Lebaran Haji bisa menjadi momen yang tepat bagi kamu untuk mulai berbisnis. Mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam sehingga bisnis oleh-oleh haji memiliki potensi keuntungan yang besar. Meski termasuk dalam bisnis musiman karena hanya memanfaatkan momen umat muslim yang menjalankan ibadah haji setahun sekali, tetapi pendapatan bisnis oleh-oleh haji bisa berkali-kali lipat dari modal yang dikeluarkan, lho. Yuk, cari tahu lebih lanjut informasi seputar bisnis oleh-oleh haji melalui artikel berikut. Baca Juga 8 Cara Memulai Bisnis Oleh-Oleh Khas Daerah Peluang Bisnis Oleh-oleh Haji Foto Haji merupakan salah satu rukun Islam, tepatnya yang ke-5. Umat muslim dianjurkan untuk menunaikan ibadah ini bila mereka mampu. Sebagai informasi, haji dilakukan mulai tanggal 8 Dzulhijjah setiap tahunnya. Pada bulan hijriah tersebut, bertepatan dengan Idul Adha sehingga momen ini disebut juga dengan Lebaran Haji. Ketika beribadah di Arab Saudi, tak jarang peserta haji membeli buah tangan untuk dibawa pulang ke Tanah Air. Namun, mereka juga bisa membelinya di Indonesia karena ada banyak sekali penjual yang menjual oleh-oleh khas Mekkah. Peserta haji lebih memilih untuk membeli oleh-oleh di negaranya sendiri karena dinilai lebih praktis sehingga mereka bisa lebih khusyuk ketika beribadah di kota suci. Maka dari itu, peluang keuntungan dari bisnis oleh-oleh haji sangatlah besar. Apalagi target pasarnya yang luas sehingga kamu tak akan takut kehilangan pelanggan. Baca Juga Ini 5 Peluang Emas Bisnis Pariwisata, Kamu Pilih Mana? Ide Bisnis Oleh-oleh Haji Foto Ada banyak sekali ide bisnis oleh-oleh haji yang bisa kamu coba jual, di antaranya 1. Air Zam-zam Salah satu ide bisnis oleh-oleh haji yang bisa kamu coba, yaitu air zam-zam. Biasanya, ada banyak peserta haji yang membawa air dari sumur di kawasan Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi ini. Air zam-zam memiliki berbagai kandungan mineral alami yang baik untuk kesehatan tubuh. Di Indonesia pun kamu bisa menjualnya. Namun, pastikan untuk membeli produk air zam-zam yang benar-benar asli. Pilihlah distributor air zam-zam yang tepercaya. 2. Kismis Oleh-oleh haji lainnya yang juga banyak dijual di Indonesia adalah kismis. Kismis memiliki cita rasa asam segar dan manis. Ada berbagai jenis kismis yang bisa kamu jual, akan tetapi yang populer ialah kismis hitam. Makanan hasil fermentasi anggur ini biasa disantap sebagai camilan atau diolah menjadi aneka kue kering. 3. Kurma Kamu pasti sudah tak asing lagi dengan makanan yang satu ini. Ya, kurma juga biasa dijadikan oleh-oleh peserta haji sepulang beribadah di tanah suci. Kurma memiliki berbagai jenis, seperti kurma ajwa, sukkari, medjool, dan lain-lain. Kamu pun bisa coba menjualnya di Indonesia sebagai oleh-oleh haji. Pastikan kurma yang kamu jual memiliki kualitas baik dengan rasa lezat agar banyak dibeli. Baca Juga Intip Peluang Bisnis Travel Umroh Pasca Pandemi, Yuk! 4. Kacang Arab Oleh-oleh haji lainnya yang bisa kamu jadikan ide usaha, yaitu kacang arab yang memiliki cita rasa gurih dan renyah. Banyak orang yang menggemari jenis kacang-kacangan yang satu ini sehingga cukup banyak dicari. Di negara asalnya, kacang arab banyak dijual di jalan-jalan besar sekitar Mekkah dan Madinah. Tak hanya nikmat dijadikan camilan, kacang arab juga mengandung gizi tinggi sehingga baik untuk kesehatan tubuh. 5. Cokelat Arab Selain air zam-zam, kismis, kurma, dan kacang, salah satu oleh-oleh haji yang juga banyak diburu adalah cokelat arab. Cokelat arab dinilai sebagai makanan manis yang memiliki rasa berbeda dari cokelat kebanyakan sehingga memiliki tempat tersendiri di hati para penggemarnya. Kamu bisa coba menjual cokelat arab yang satu ini sebagai oleh-oleh haji. Sediakanlah berbagai variasi cokelat arab agar pelanggan dapat memilih sesuai keinginan. 6. Maamoul Maamoul termasuk dalam oleh-oleh haji yang bisa kamu jadikan ide usaha. Bagi kamu yang belum tahu, maamoul merupakan kue tradisional Timur Tengah yang biasanya berisi kurma, kacang pistachio, atau kacang kenari. Makanan yang satu ini cocok dijadikan camilan atau sebagai teman minum kopi dan teh. Baca Juga 5 Ide Bisnis Setelah Lebaran yang Paling Menguntungkan 7. Alat Ibadah Alat ibadah, seperti tasbih atau sajadah, juga menjadi barang yang banyak dicari untuk dijadikan oleh-oleh haji. Kamu pun bisa mencoba peruntungan dengan menjual perlengkapan ibadah ini. Sediakanlah berbagai model tasbih, sajadah, dan alat ibadah lainnya. Tak hanya laris pada musim haji, menjual alat ibadah juga bisa menghasilkan keuntungan besar di perayaan umat Islam lainnya. Misalnya, ketika Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Tips Bisnis Oleh-oleh Haji Foto Kamu bisa menjual salah satu dari beberapa ide bisnis oleh-oleh haji di atas. Bisa juga dengan membuka toko khusus oleh-oleh Arab sehingga dapat menjual berbagai jenis produk. Agar bisnis oleh-oleh haji kamu sukses, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan 1. Pilih Lokasi yang Strategis Jika kamu ingin membuka bisnis oleh-oleh haji, pastikan untuk memilih tempat usaha yang tepat agar tokomu banyak dikunjungi pelanggan. Carilah lokasi usaha yang strategis, mudah dijangkau, dan ramai dilalui orang. Salah satu tempat yang paling terkenal untuk berburu oleh-oleh haji ialah pasar Tanah Abang. Lokasi usaha yang satu ini mungkin bisa kamu pilih untuk mendirikan toko oleh-oleh khas Arab. Meski dengan membuka toko di sana bisa membantu kamu untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan, tetapi persaingannya cukup ketat. Sebab, ada banyak toko lain yang menjual produk serupa. Maka dari itu, persiapkanlah strategi pemasaran yang tepat agar toko oleh-olehmu laris. 2. Cari Supplier Tepercaya Produk oleh-oleh haji ini sebagian besar berasal dari Arab dan wilayah lain di Timur Tengah. Oleh sebab itu, penting bagi kamu untuk memilih supplier tepercaya sehingga stok produk yang akan kamu jual aman. Pastikan untuk memilih distributor yang memiliki produk-produk berkualitas agar kamu tak mengecewakan pelanggan. Pilih juga distributor yang memiliki pelayanan baik. Dengan begitu, proses stok barang di toko tepat waktu. Jika kamu sudah menemukan supplier yang tepat, pertahankanlah hubungan baik dengan mereka agar kemitraan bisnis berjalan hingga jangka panjang. Baca Juga 35+ Ide Nama Toko Islami Modern, Bisa untuk Olshop Kamu! 3. Promosikan Secara Online Meski bisnis oleh-oleh khas Arab kamu berupa toko fisik, akan tetapi promosi secara online tetap dibutuhkan. Jadi, tetaplah gunakan internet untuk beriklan sehingga akan lebih banyak lagi orang mengetahui bisnismu. Kamu pun bisa mendapatkan pelanggan baru lebih banyak. Beberapa media promosi online yang bisa dimanfaatkan, yaitu media sosial, situs web, hingga email. Kamu juga bisa membuka toko online di marketplace sehingga bisa melayani pesanan pelanggan dari luar kota. Itu dia beberapa ide bisnis oleh-oleh Arab beserta tipsnya. Semoga usahamu sukses, ya! JAKARTA - Oleh-oleh sedianya dibeli dari tempat yang dikunjungi sebagai buah tangan ketika pulang ke rumah. Akan tetapi banyak jamaah haji yang pergi ke Tanah Suci justru memilih membeli oleh-olehnya di ini demi alasan kepraktisan sebab jumlah kargo di pesawat cukup terbatas. Alasan lainnya yakni karena para jamaah haji pergi ke Mekkah dengan tujuan beribadah, sehingga tidak punya waktu untuk mencari ini membuat bisnis oleh-oleh haji atau umroh di Tanah Air kian berkembang. Apalagi semangat ibadah umroh di kalangan muslim Indonesia membuat permintaan oleh-oleh semakin Irma Muzdalifah, pemilik toko oleh-oleh haji yang bernama Al Barokah di blok F Tanah Abang, Jakarta, mengatakan prospek bisnis oleh-oleh haji masih sangat menjanjikan. “Semangat ibadah umroh yang semakin ramai ternyata berdampak positif terhadap usaha saya. Permintaan menjadi ada terus menerus, tidak terbatas hanya saat momentum musim haji seperti dulu,” kata 28 tahun ini menceritakan dia telah berbisnis oleh-oleh haji sejak Oktober 2008 silam. Saat itu, di tengah kesibukan menyelesaikan karya akhir kuliah, dia ikut membantu kakaknya berdagang peci di Tanah yang berasal dari Sukabumi berjualan di Pasar Tasikmalaya di Tanah Abang tiap Senin dan Kamis.“Setelah saya amati, enak juga ya jadi pedagang. Jual produk peci bisa dapat uang banyak karena yang berbelanja dari seluruh Indonesia, bahkan Malaysia, Filipina dan Thailand,” tuturnya. Menunaikan ibadah haji dan umroh merupakan kenikmatan yang sangat luar biasa. Ketika tidak semua umat muslim yang bisa berangkat untuk beribadah haji dan umroh, ternyata anda menjadi salah satu umat muslim yang diberikan kesempatan tersebut. Dalam tuntunan Rasulullah memang tidak mewajibkan memberikan oleh-oleh ketika pulang selepas beribadah haji atau umroh. Namun tak jarang ditemukan saat silaturahmi kepada sesama muslim yang telah pulang dari haji atau umroh anda akan diberikan bingkisan berupa oleh-oleh. Karena memberikan oleh-oleh sudah menjadi tradisi musiman serta menyenangkan hati orang lain. Maka dari itu kebanyakan orang bingung dalam mendapatkan oleh-oleh khas haji dan umroh yang murah akan tetapi tidak murahan. Hal tersebut bisa anda manfaatkan untuk membuka peluang usaha jualan oleh-oleh haji dan umroh dengan memberikan apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Pelaksanaan ibadah haji dan umroh rasanya masih belum pas bila tidak membawakan oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat yang ada di rumah. Untuk itu anda bisa menengok toko grosir yang menyediakan perlengkapan haji maupun umrah sekaligus dengan oleh-olehnya. Jika anda ingin membuka usaha yang menjanjikan ini, anda bisa mencoba membuka peluang usaha jualan oleh-oleh haji dan umroh dengan ide-ide cemerlang. Beberapa ide berikut bisa anda jadikan referensi dalam mencoba peluang bisnis oleh-oleh haji dan umroh. 1 . Berjualan Mukena Mukena merupakan perlengkapan ibadah yang dibutuhkan oleh wanita muslim. Oleh sebab itu banyak jamaah haji yang memilih mukena sebagai oleh-oleh yang akan diberikan kepada sanak-saudaranya nanti. Saat ini tersedia berbagai macam varian warna, model, bahan, bahkan harganya pun dibandrol dengan harga yang berbeda-beda. Tergantung dari kualitas mukena. Jika anda berniat membuka peluang usaha oleh-oleh haji dan umroh, mukena merupakan ide yang bisa anda coba. Selain fungsinya yang sangat vital dalam melakukan kegiatan keagamaan, mukena juga menjadi pilihan yang populer di kalangan jamaah haji. 2. Berjualan Sajadah Selain mukena, pilihan peluang usaha selanjutnya adalah oleh-oleh khas haji seperti sajadah. Sajadah merupakan alat pelengkap yang juga digunakan dalam beribadah. Selain lebih praktis, harga sajadah yang dibandrol pun relatif lebih murah. Dengan harga yang lebih terjangkau tersebut tentunya akan menarik minat jamaah haji yang ingin membeli oleh-oleh namun mempunyai dana yang minim. Sajadah bisa anda tawarkan sebagai alternatif untuk mendapatkan oleh-oleh yang lebih praktis. Terlebih saat ini sudah tersedia jenis-jenis sajadah dengan motif dan warna yang indah. 3. Berjualan Kopiah Kopiah atau peci merupakan perlengkapan ibadah yang digunakan oleh para pria. Penggunaan kopiah berguna untuk menutupi bagian kepala dan ujung rambut agar terlihat rapi saat melangsungkan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Kopiah juga menjadi pilihan yang diminati oleh jamaah haji, mereka biasanya akan memilih kopiah berbahan benang kait. Dengan bahannya yang adem saat dipakai di kepala, kopiah berbahan benang kait tersebut juga bisa disesuaikan dengan ukuran kepala si pengguna. 4. Berjualan Kacang Arab Membuka peluang usaha jualan oleh-oleh haji dan umroh selanjutnya adalah berjualan kacang Arab jenis futsuk. Kacang Arab jenis ini mempunyai keunggulan rasa yang gurih dan manis, selain itu kacang Arab ini mempunyai banyak manfaat jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Kacang jenis ini bisa menjadi hidangan bagi para tamu yang ingin silaturahmi ke rumah jamaah sepulang haji. Selain menyediakan kacang Arab, anda bisa juga menambahkan beberapa jenis kacang lainnya seperti kacang almond atau kacang Arab jumbo. 5. Berjualan Kismis Selain jenis kacang-kacangan anda juga bisa berjualan kismis yang khas dengan oleh-oleh khas haji maupun umroh. Kismis atau buah yang telah dikeringkan ini menjadi favorit para jamaah haji untuk berburu oleh-oleh. Selain rasanya yang mempunyai ciri khas tersendiri kismis juga dibandrol dengan harga yang relatif murah sehingga menarik minat jamaah. Terlebih kismis juga cocok jika dimakan bersama roti. 6. Berjualan Kosmetik Arab Kosmetik khas Arab merupakan peluang usaha jualan oleh-oleh haji dan umroh yang sering dipesan oleh keluarga di rumah kepada saudaranya yang hendak pergi haji maupun umroh. Beberapa jenis kosmetik yang sering diburu oleh para jamaah bisanya seperti celak pensil, parfum, bahkan hingga lipstik jenis hare. Kelebihan dari membeli oleh-oleh kosmetik Arab tersebut selain harganya yang cukup murah, kosmetik tersebut bentuknya kecil sehingga tidak membutuhkan ruang besar untuk membawanya pulang ke rumah.

modal awal usaha oleh oleh haji