Theterm "organic traffic" is used for referring to the visitors that land on your website as a result of unpaid ("organic") search results. Organic traffic is the opposite of paid traffic, which defines the visits generated by paid ads. Visitors who are considered organic find your website after using a search engine like Google or
47100Puchong, Selangor Darul Ehsan, Malaysia. By email : pdpa.cosec@simedarby.com. By telephone : 006 (03) 8068 8600. By facsimile : 006 (03) 8068 8008 / 8068 8080. Any enquiry or complaint with respect to the processing of your personal data should also be channeled to us in this manner. 5.
mandiri utama finance, jobdesc chaneling dan rete, tugas cha, channeling dan retention staff adalah, channelling & retention muf. Expanding on their saturday night live characters, john belushi and dan aykroyd star as jake and elwood blues, . The dns protocol vulnerability announced by dan kaminsky on july 8, .
Theyvalue employee feedback, and continuous learning. There is a Lack of Complaining, Whining, Finger Pointing, and Gossip Healthy corporate cultures have little tolerance for workplace politics. There are no "behind-the-scenes" back-channeling; issues are dealt with directly, openly, and without fear of repercussion. Employees Smile
FintechLending innovation as an enabler for better access of financing. Infrastructure and risk management have been one of the main reasons conventional lending providers having difficulties in providing credit access to untapped individuals and MSMEs. The rise of Fintech Lending has enabled wider coverage of previously untapped individuals
contoh saling ketergantungan antara komponen biotik dan komponen abiotik adalah. Disituasi pandemi seperti ini pastinya banyak yang kehilangan pekerjaan dan perusahaan memang mengaruskan melakukan pengurangan karyawan. Lalu, bagaimana dengan perusahaan yang melakukan Employee Retention? Employee Retention dalam bahasa Indonesia ialah retensi karyawan. Lebih dari itu, mengutip dari yang dimaksud Employee Retention adalah suatu keharusan yang perlu dilakukan sebuah perusahaan dalam mempertahankan karyawan terbaik yang dimilikinya atau mempertahankan karyawan sebagai tenaga ahli utama. Sebuah perusahaan sangatlah diharuskan dalam melakukan retensi karyawan, karena hal tersebut dibutuhkan perusahaan untuk mempertahankan karyawan yang memiliki potensi tinggi atau tetap loyal kepada perusahaan dan pekerjaannya. Karyawan, apalagi yang memiliki kinerja baik, sangat berpengaruh bagi perusahaan. Jika karyawan terbaiknya mengundurkan diri dan berpindah ke perusahaan lain atau kompetitor lain, hal ini bisa mempengaruhi perusahaan bagaimana dengan pengelolaannya? Ada beberapa cara dalam mengelola retensi karyawan, antara lain Memilih atau mencari karyawan dengan cara yang efektif Dalam meningkatkan retensi karyawan, cara utama yang bisa dilakukan adalah melakukan seleksi karyawan dengan cara yang efektif. Contohnya, bisa melakukan wawancara mendalam seputar sejarah atau budaya perusahaan, serta bagaimana perusahaan ke depannya. Retensi karyawan belaku untuk siapa saja, dari karyawan biasa hingga atasan. Karyawan terbaik, dikutip dari tentunya akan membawa dampak yang positif bagi perusahaan dan juga bisa menentukan jati diri dalam pekerjaannya. Dalam menawarkan kompensasi, berikan yang sepadan Hal kedua yang perlu dilakukan setelah melakukan seleksi karyawan, ialah memberikan kompensasi yang sepadan dengannya. Dikutip dari dengan memberikan kompensasi yang sepadan karyawan pun berkeinginan untuk menerima tawaran tersebut, karena tidak sedikit karyawan atau calon karyawan menolak pekerjaan tersebut dengan alasan gaji yang tidak sesuai. Baca Juga Ini Manfaat Slip Gaji yang Harus Diketahui! Retensi Karyawan Perusahaan - Bisnis Muda - Image Berikan apresiasi perusahaan kepada karyawan Sesekali memberikan apresiasi kepada karyawan sebagai bentuk terima kasih dalam melakukan pekerjaan dari pagi hingga sore, bahkan bisa sampai malam. Apresiasi yang diberikan bisa berbentuk apa saja, seperti mengajak liburan karyawan atau memberikan sebuah hadiah yang bermanfaat. Apresiasi ini berlaku untuk perusahaan agar karyawan tersebut merasa dihargai dalam bekerja. Memberitahu bagaimana jenjang karirnya Jenjang karir pada saat ini memang sangat dilihat bagi pelamar dan yang sudah menjadi karyawan. Karyawan akan terus mencari pekerjaan yang baik, agar dimasa depan nanti merasa cukup. Perusahaan harus memberdayakan konsultan karir agar dapat membantu para pekerja atau karyawan dalam menentukan tujuan yang jelas dengan karir yang sedang dijalaninya. Dilansir dari caranya bisa dengan melakukan evaluasi tahunan atau melakukan keterbukaan akan karir untuk kedepannya. Serta perusahaan juga bisa membuat lingkungan kerja yang nyaman untuk para karyawannya, agar karyawan tidak merasa bosan atau malah tersiksa selama bekerja 8 jam di kantor. Bisa dari membentuk hubungan yang harmonis sesama karyawan dan atasan dengan karyawannya, hingga menyediakan tempat kerja yang nyaman minimal bersih dan ventilasi yang terbuka. Baca Juga Ingin Punya Karyawan untuk Usaha Kamu? Intip Cara Bos Amazon Merekrut Timnya Yuk!
Dalam lingkup perusahaan, perputaran karyawan dan juga retensi merupakan dua hal yang saling berkaitan. Perputaran karyawan adalah proses menggantikan satu pekerja dengan pekerja lain dengan alasan tertentu. Sedangkan retensi adalah cara perusahaan untuk mempertahankan karyawan perusahaan bisa mendapatkan dan mempertahankan karyawan terbaiknya, tentu saja harus dilakukan pengelolaan yang baik. Kali ini, LinovHR akan membahas secara jelas tentang cara mengelola perputaran dan retensi karyawan. Tanpa menunggu lama lagi, simaklah artikel di bawah ini!Alasan Terjadinya Perputaran KaryawanTingkat perputaran karyawan atau turnover bisa terjadi karena beberapa alasan. Secara Fungsional, adalah dimana karyawan yang kurang dalam kualitas kinerjanya akan pergi meninggalkan perusahaanDisfungsional, yaitu karyawan dengan kualitas kinerja yang baik pergi meninggalkan yaitu seorang karyawan dengan sendirinya untuk pergi meninggalkan perusahaanTidak sukarela, yaitu karyawan dengan terpaksa atau sengaja harus meninggalkan perusahaan walau karyawan tersebut tidak menginginkannyaPerputaran karyawan tentu saja bisa menjadi dampak positif maupun negatif bagi perusahaan. Dampak positifnya, perusahaan bisa meminimalisir karyawan dengan kinerja yang buruk. Namun dampak negatifnya, perusahaan bisa saja ditinggalkan oleh karyawan dengan kualitas yang menurunkan tingkat perputaran karyawan yang akan berdampak buruk bagi perusahaan, tentu saja hal ini dapat diminimalisir dengan meningkatkan tingkat retensi Juga Cara Menjaga Hubungan Antar Sesama Karyawan di Lingkungan KerjaCara Mengelola Perputaran dan Retensi KaryawanPerputaran dan retensi karyawan merupakan dua hal yang saling berhubungan. Agar tidak terjadi peningkatan turnover, maka perusahaan juga harus memikirkan cara untuk mempertahankan karyawan terbaik memudahkan hal tersebut, Anda bisa menerapkan tips di bawah ini!Merekrut Karyawan Sesuai dengan Kebutuhan PerusahaanSebelum melakukan perekrutan, pastikan bahwa posisi yang dicari benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Karena jika terjadi penumpukan atau kekurangan karyawan, tentu saja akan menghambat efektivitas dalam yang bisa Anda lakukan adalah menentukan kualifikasi atau syarat yang harus dipenuhi oleh calon kandidat, seperti halnya latar belakang yang sejenis, minimal tingkatan pendidikan, umur, pengalaman kerja, skill yang dibutuhkan, dan yang cara ini tentu saja akan memudahkan Anda dalam menyaring kandidat yang benar-benar sesuai dengan Juga Fokus HR di Saat ini dan Masa MendatangDengarkan Kebutuhan KaryawanDengarkanlah dengan baik apa yang karyawan Anda butuhkan. Dengan memenuhi kebutuhan yang mereka inginkan tentu saja akan meningkatkan produktivitas dan kinerja mereka dalam bekerja. Sehingga hal ini juga akan meningkatkan loyalitas karyawan dan mengurangi tingkat perputaran Lingkungan Kerja yang NyamanLingkungan kerja yang nyaman tentu saja akan meningkatkan semangat karyawan dalam bekerja. Kenyamanan dalam lingkungan kerja tersebut bisa dibangun dengan cara meningkatkan hubungan baik antara karyawan dengan atasan serta antara sesama karyawan. Hubungan baik menjadi awal terciptanya kenyamanan dalam bekerja. Karena dengan begitu, karyawan tidak akan segan untuk meminta bantuan atau sekedar mengajak Fasilitas yang DibutuhkanSelain memenuhi kebutuhan, kelengkapan fasilitas kerja juga menjadi faktor utama dalam kelancaran dan produktivitas kerja. Fasilitas kerja yang memadai tentu saja memudahkan proses kerja, selain itu hal ini tentu saja akan meningkatkan sense of belonging atau rasa memiliki pada perusahaan. Sehingga akan memotivasi karyawan untuk memberikan hasil Lupa Memberikan Reward!Walau terdengar sepele, namun ternyata pemberian reward menjadi hal penting dalam mengurangi tingkat turnover karyawan. Karena dengan memberikan reward, karyawan akan merasa dihargai atas hasil kerja keras yang telah mereka lakukan. Reward juga dapat meningkatkan motivasi kepada karyawan Kesempatan Karyawan untuk Mengembangkan DiriAdakanlah pelatihan karyawan untuk meningkatkan skill, kapabilitas, serta kompetensi karyawan. Fasilitas yang diberikan perusahaan seperti pelatihan kerja ini tentu sangat membantu karyawan untuk proses pengembangan diri yang lebih baik. Selain itu, mereka juga bisa menemukan bakat lain diluar skill yang dimiliki. Hal ini tentu saja akan menguntungkan pihak Hasil KinerjaEvaluasi adalah proses untuk mengetahui apakah karyawan mengalami penurunan atau peningkatan kinerja. Jika mengalami penurunan, tentu saja tim HRD harus mengetahui hal apa yang membuat kinerja karyawan menurun. Sehingga mereka juga mengetahui solusi yang tepat untuk mengembalikan kualitas kinerja karyawan. Sebaliknya jika terjadi peningkatan kinerja, perusahaan juga harus memikirkan cara untuk tetap mempertahankan karyawan kelancaran dan keefektifan dalam bekerja bisa tetap terjaga, tentu saja perusahaan harus melakukan strategi yang tepat dalam mengelola karyawan. Jika terjadi peningkatan perputaran karyawan yang membuat perusahaan kehilangan karyawan terbaiknya, maka retensi karyawan harus dan retensi karyawan merupakan 2 hal yang saling berhubungan. Semoga tips di atas bisa membantu dalam mengefektifkan dan mempertahankan karyawan perusahaan Anda. Selamat mencoba!
Bagaimana caranya memastikan konsumen mau membeli produkmu secara berulang? Customer retention specialist adalah sosok yang bertugas untuk memastikan hal tersebut. Customer retention atau pembelian berulang merupakan salah satu faktor yang menentukan keberlangsungan sebuah bisnis. Tanpa adanya pembelian berulang, bisnis dapat kehilangan pemasukan. Bagaimana cara seorang specialist memastikan hal ini? Yuk, cari tahu selengkapnya! Apa Itu Customer Retention Specialist? © Dilansir dari Zip Recruiter, customer retention specialist bekerja untuk mempertahankan konsumen dan meningkatkan loyalitasnya pada produk. Karier ini sebagian merupakan posisi pendukung, dan sebagian lagi merupakan posisi penyelesaian keluhan. Kamu harus memiliki keterampilan komunikasi yang kuat, karena sebagian besar pekerjaan dihabiskan untuk berbicara dengan pelanggan atau karyawan secara langsung atau melalui telepon. Kualifikasi yang diperlukan untuk pekerjaan ini dapat bervariasi. Namun umumnya seorang specialist memiliki gelar sarjana di bidang marketing dan pengalaman layanan konsumen yang luas. Specialist ini bertugas merancang dan menerapkan strategi retensi pelanggan untuk meningkatkan loyalitas dan mempertahankan bisnis. Kamu juga menganalisis umpan balik pelanggan, negosiasi dengan pelanggan, menerapkan strategi retensi, dan menyusun laporan untuk manajer penjualan. Tanggung jawab Customer Retention Specialist © 1. Layanan konsumen Tanggung jawab pertama yang menurut Zippia perlu dimiliki customer retention specialist adalah kemampuan melayanani pelanggan. Layanan pelanggan yang dimaksud adalah proses menawarkan bantuan kepada semua pelanggan saat ini dan calon pelanggan Tujuan utama dari layanan pelanggan adalah untuk membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan sehingga mereka terus datang kembali untuk lebih banyak bisnis. Ini termasuk menjawab pertanyaan, memperbaiki masalah, dan memberikan layanan terbaik. 2. Melakukan panggilan eksternal Sebagai perwakilan perusahaan, seorang customer retention specialist sering kali harus melakukan panggilan eksternal. Panggilan eksternal ini dilakukan oleh melalui call center kepada konsumen atas nama perusahaan. Panggilan semacam itu dapat membantu meningkatkan penjualan dan menghasilkan pendapatan bagi organisasi. 3. Billing issue Billing issue adalah kesalahan yang dilakukan oleh perusahaan yang mengakibatkan tagihan yang salah bagi konsumen. Contoh masalah ini misalnya menambahkan apa yang tidak seharusnya ditagih dari konsumenatau secara tidak sengaja menghilangkan layanan yang dibeli pelanggan. Billing issue adalah tanggung jawab perusahaan dan disebabkan oleh orang yang menghitung tagihan. Seorang customer retention specialist bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini kepada konsumen meski membutuhkan waktu. 4. Customer retention Seperti namanya, customer retention specialist bertanggung jawab untuk mencegah konsumen beralih ke produk atau perusahaan lain. Ia juga harus memastikan tindakan yang diambil perusahaan mendorong konsumen menjadi lebih loyal terhadap perusahaan dan produknya. Tanggung jawab ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah pelanggan tetap, meningkatkan profitabilitas dari setiap pelanggan, meningkatkan penjualan perusahaan, dan juga membantu membangun hubungan erat dengan pelanggan. 5. Target penjualan Target penjualan mencakup serangkaian tujuan dan sasaran yang ingin dicapai yang ditetapkan untuk tim penjualan untuk mendorong mereka dan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Sasaran penjualan yang dapat dicapai terikat waktu dan relevan dengan perusahaan, sangat membantu dalam memotivasi para pekerja untuk mencapainya, dan juga luar biasa bagi pendapatan perusahaan. 6. Meminta dan menerima feedback konsumen Untuk memastikan loyalitas konsumen, seorang customer retention specialist harus mampu mendapatkan feedback dari konsumen dan menganalisisnya Feedback tersebut dapat berupa informasi dan wawasan yang diberikan secara lisan, tertulis, atau bentuk online tentang pengalaman konsumen dengan produk atau layanan perusahaan. Baik itu feedback positif, maupun yang negatif. Feedback konsumen ditujukan untuk menyampaikan fakta tertentu yang dihadapi pelanggan saat menggunakan produk dan membantu perusahaan memahami celah-celah untuk perbaikan. Skill yang Dibutuhkan Customer Retention Specialist © Unsplash 1. Komunikasi Sering kali harus berhubungan dengan konsumen, skill pertama yang perlu dimiliki customer retention specialist adalah komunikasi. Mendengarkan pertanyaan, mengatasi masalah, memberikan umpan balik, dan menerapkan saran adalah tolak ukur untuk memahami konsumen. Di satu sisi, ia dapat memastikan konsumen tetap loyal terhadap produk dan layanan perusahaan dengan memanfaatkan kemampuan komunikasi yang efektif. Di sisi lain, ia dapat memahami perubahan-perubahan yang perlu dilakukan perusahaan untuk mendapatkan loyalitas konsumen 2. Interpersonal Selain komunikasi, skill interpersonal juga dibutuhkan customer retention specialist untuk menjalankan tugasnya. Sebuah penelitian yang dilansir Journal of Management Sciences and Technology menemukan hubungan yang signifikan antara skill interpersonal dan customer retention. Dalam jurnal tersebut disebut bahwa skill interpersonal tidak hanya dapat membantu perusahaan mendapatkan konsumen baru. Secara signifikan, skill interpersonal membantu meningkatkan kepercayaan dan pada akhirnya loyalitas konsumen terhadap perusahaan 3. Empati Sebagai customer retention specialist, skill empati dibutuhkan untuk memahami konsumen. Dengan menggunakan empati, ia dapat mengidentifikasi apa yang penting bagi konsumen serta mengapa mereka berperilaku seperti itu. Dari sana, ia dapat lebih mudah untuk memposisikan produk sebagai sesuatu yang konsumen identifikasi. Oleh karena itu, empati adalah persyaratan untuk memahami pengalaman konsumen. Ini memungkinkan perusahaan untuk melayani dengan lebih baik konsumen yang menjaga bisnis tetap bertahan. 4. Kemampuan berorganisasi Skill terakhir yang diperlukan customer retention specialist adalah kemampuan organisasi. Kemampuan ini dapat diandalkan untuk meningkatkan pemikiran dan persiapan yang diperlukan untuk merancang strategi customer retention marketing. Tidak hanya itu, skill ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan antisipasi dan prediksi yang diperlukan untuk memahami konsumen. Sehingga, customer retention specialist dapat merancang strategi yang tepat untuk meningkatkan penjualan dan customer retention. Itulah serba-serbi profesi customer retention specialist yang harus kamu tahu. Setelah membaca penjelasan lengkap dalam artikel ini, apakah kamu tertarik untuk menjadi seorang customer retention specialist? Kamu bisa, lho memulai kariermu dengan melamar lowongan kerja yang tersedia di Glints. Ada berbagai jenis lowongan kerja, dari full time, part time, hingga remote yang bisa kamu temukan dan lamar. Yuk, buat akun profesionalmu sekarang dan mulai mencari lowongan pekerjaan impianmu di Glints! What Is a Retention Specialist and How to Become One Customer Retention Specialist Enhancing Customer Retention with Interpersonal Relationship Strategies in the Nigerian Deposit Money Banks
Employee retention, atau retensi karyawan, merupakan hal terpenting yang wajib dilakukan perusahaan dalam mempertahankan karyawan-karyawan terbaiknya. Secara definisi, retensi karyawan merupakan usaha dalam mempertahankan karyawan sebagai tenaga ahli utama di perusahaan. Keberlanjutan eksistensi karyawan terbaik di perusahaan sangat ditentukan dengan ada atau tidaknya program dari employee retention di perusahaan tersebut. Employee retention juga dapat digunakan sebagai solusi dalam meminimalisir turnover karyawan dan meningkatkan kenyamanan karyawan di seorang HR, Anda wajib untuk memberikan fokus Anda untuk merencanakan employee retention ini. Seorang HR yang hanya berfokus pada bagian administrasi personalia dan mengabaikan employee retention, akan memberikan dampak buruk bagi perusahaan. Contohnya, turnover karyawan yang semakin meningkat, ketidaknyamanan karyawan di perusahaan, dan menurunnya performa karyawan di perusahaan. Lalu, mengapa employee retention begitu penting bagi perusahaan? Berikut alasan utamanyaHiring is not that easySebagai seorang HR tentunya Anda tahu bahwa rekrutmen itu tidak semudah itu untuk dilakukan, dan sangat memakan waktu untuk melakukannya. Dengan retensi karyawan, Anda tidak perlu kesusahan untuk mencari karyawan dengan talenta terbaik lagi, perusahaan sudah memilikinya, yang harus Anda lakukan adalah mempersiapkan strategi bagaimana untuk mempertahankannya, dengan employee needs company’s knowledgeSalah satu tujuan employee retention adalah menyampaikan informasi mengenai perusahaan kepada karyawan, seperti visi, misi, dan rencana perusahaan. Ini penting, mengapa? Dengan pengetahuan yang cukup dari sisi karyawan terhadap perusahaan, karyawan akan semakin bersemangat untuk melakukan pekerjaannya. Terlebih lagi jika tujuan karyawan beriringan dengan tujuan perusahaan. Hal ini tentunya akan berdampak sangat baik bagi performa karyawan dan LoyaltyKaryawan dengan tingkat loyalitas yang tinggi pada manajemen dan perusahan pastinya akan memiliki periode kerja yang lama di perusahaan tersebut. Jika perusahaan tidak berusaha mempertahankan loyalitasnya, lalu bagaimana dengan performa perusahaan tersebut? Salah satu cara employee retention adalah dengan memberikan compensation dan benefit yang sesuai bagi karyawan, dan hal ini merupakan tugas Anda sebagai seorang turnover ratio is a nightmareTurnover yang tinggi akan berdampak sangat buruk bagi Anda, sebagai HR Perusahaan, dan juga terhadap perusahaan. Turnover yang tinggi pasti akan memberikan efek terhadap biaya cost yang tinggi juga bagi perusahaan. Perusahaan harus mengadakan rekrutmen kembali, pengulangan pekerjaan yang memakan waktu, dan juga penyesuaian bagi karyawan baru yang pasti akan memakan waktu lama. Perusahaan dengan rasio turnover yang tinggi pastinya memiliki tingkat efisiensi karyawan yang rendah. Oleh karena itu, HR memiliki peran penting dalam menurunkan rasio turnover, cara utamanya adalah dengan retensi seorang HR tentunya Anda paham bahwa employee retention memang sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. HR, merupakan divisi terpenting dalam menangani hal ini, tugas seorang HR bukan hanya mengurusi bagian personalia saja. Retensi karyawan memegang peranan yang jauh lebih penting dalam hal ini. Talenta, merupakan sebuah aplikasi personalia yang telah memberikan solusi terbaik dalam memanajemen administrasi personalia Anda, sehingga Anda dapat fokus ke hal penting lain seperti retensi karyawan. Lalu, apa solusinya? Gunakan Talenta di sini sekarang!
28 menekankan dua tujuan yakni profit oriented dan fallah oriented memaknai hubungan dengan nasabah sebagai mitra. Sedangkan pada bank konvensional hubungan dengan nasabah dimaknai sebagai debitor danatau kreditor. Lebih jelas perbedaan-perbedaan itu tersaji seperti pada tabel berikut ini. Tabel Perbedaan Bank Syariah dengan Bank Konvensional No Keterangan Bank Syariah Bank Konvensional 1 Akad dan Aspek Legalitas Hukum Islam dan Hukum Positif Hukum Positif 2 Struktur Oganisasi Ada dewan Syariah Nasional DSN dan Dewan Pengawas Syariah DPS Tidak ada DSN dan DPS 3 Investasi Halal Halal dan haram 4 Prinsip Operasional Bagi hasil, jual beli, sewa Perangkat bunga 5 Tujuan Profit dan fallah oriented Profit oriented 6 Hubungan Nasabah Kemitraan Debitor dan Kreditor Sumber Wirdyaningsih, dkk 2005 Office Channeling Pengertian Office Channeling Zubairi Hasan 2008 mendefinisikan “Office channeling sebagai istilah yang digunakan untuk menggambarkan penggunaan kantor bank umum konvensional dalam melayani transaksi-transaksi dengan skim syariah, dengan syarat bank bersangkutan telah memiliki Unit Usaha Syariah.” Sedangkan office channeling menurut Edit Estetika 2008 adalah layanan syariah yang meliputi kegiatan perbankan dalam menghimpun dana, pembiayaan 29 dan pemberian jasa perbankan lainnya berdasar prinsip syariah yang dilakukan di kantor cabang pembantu, untuk dan atas nama kantor cabang syariah pada bank yang sama. Jadi artinya, masyarakat bisa mengakses layanan perbankan syariah di kantor cabang konvensional. Secara singkat, pengertian office channeling adalah bahwa nasabah bisa melakukan segala transaksi keuangan syariah di perbankan konvensional. Tujuan Office Channeling Tujuan utama diterapkannya kebijakan office channeling adalah 1. Untuk meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia 2. Meminimumkan dan mengefisiensikan biaya ekspansi bank syariah yang akan memperluas jaringannya 3. Mengarahkan aktivitas perbankan agar mampu menunjang pertumbuhan ekonomi nasional melalui kegiatan perbankan syariah Kelebihan dan Kekurangan Office Channeling Sebelum dikeluarkannya Peraturan Bank Indonesia No. 83PBI2006 tentang Perubahan Kegiatan Bank Umum Konvensional Menjadi Bank Umum yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah dan Pembukaan Kantor Bank yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah oleh Bank Umum Konvensional, peraturan tentang kegiatan perbankan syariah telah lebih dulu dibahas dalam Undang-undang No. 10 Tahun 1998 yang kemudian didukung PBI No. 624PBI2004 tanggal 14 Oktober 2004 tentang Bank Umum yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasar Prinsip Syariah. 30 Pemberlakuan Undang-Undang Tahun 1998 ini merupakan momen pengembangan perbankan syariah di Indonesia. Undang-undang tersebut membuka ksempatan untuk pengembangan jaringan perbankan syariah, antara lain melalui izin pembukaan Kantor Cabang Syariah KCS oleh bank konvensional. Dengan kata lain, bank konvensional dapat melakukan dapat melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah. Landasan dan kepastian hukum yang kuat bagi para pelaku bisnis serta masyarakat luas ini meliputi 1. Pengaturan aspek kelembagaan dan kegiatan usaha dan bank Islam sebagaiman yang diamanatkan dalam Pasal 1 Ayat 3 Undang-Undang Tahun 1998. Pasal tersebut menjelaskan, bahwa bank umum dapat memilih untuk melakukan kegiatan usaha bedasarkan sistem konvensional atau berdasarkan prinsip syariah atau melakukan kedua kegiatan tersebut. Dalam hal bank umum melakukan kegiatan usaha berdasarkan syariah, maka kegiatan tersebut dilakukan dengan membuka satuan kerja dan kantor cabang khusus, yaitu Unit Usaha Syariah dan Kantor Cabang Syariah. 2. Bank umum konvensional yang akan membuka kantor cabang syariah wajib melaksanakan a. Pembentukan Unit Usaha Syariah UUS; b. Memiliki Dewan Pengawas Syariah DPS yang ditempatkan oleh Dewan Syariah Nasional DSN; dan c. Menyediakan modal kerja yang disisihkan oleh bank dala suatu rekening tersendiri atas nama UUS yang dapat digunakan untuk membayar biaya 31 kantor dan izin-izin berkaitan dengan kegiatan operasional maupun non- operasional Kantor Cabang Syariah KCS. Tanggal 30 Januari 2006, Bank Indonesia menetapkan peraturan baru tentang Perubahan Kegiatan Bank Umum Konvensional Menjadi Bank Umum yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah dan Pembukaan Kantor Bank yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah oleh Bank Umum Konvensional, yakni PBI Dengan ditetapkannya peraturan ini, maka pengembangan jaringan perbankan syariah di Indonsia menjadi lebih luas dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal baru yang diatur dalam PBI yang berkaitan dengan pengembangan jaringan perbankan syariah di Indonsia adalah adanya mekanisme layanan syariah. Layanan syariah adalah kegiatan penghimpunan dana yang dilakukan kantor cabang dan atau di kantor dibawah kantor cabang untuk dan atas nama kantor cabang syariah pada bank yang sama. Hal ini berarti PBI telah membuka kemungkinan layanan penghimpunan dana yang dilakukan bank konvensional yang memiliki unit usaha syariah. Pada tanggal 16 Juli 2008, PBI ini kemudian diperkuat dengan diundangkannya UU tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam melakukan layanan syariah tersebut adalah sebagai berikut 1. Rencana Layanan Syariah wajib dicantumkan dalam rencana bisnis bank yang telah mendapat penegasan dari Bank Indonesia. 2. Layanan syariah dapat dibuka 32 a. dalam satu wilayah kerja kantor Bank Indonesia dengan kantor cabang syariah induknya; b. dengan menggunakan pola kerja sama antara kantor cabang syariah induknya dengan kantor cabang dan atau kantor cabang pembantu; dan c. dengan menggunakan sumber daya manusia sendiri bank yang telah memiliki pengetahuan mengenai produk dan operasional bank syariah. 3. Layanan syariah wajib a. memiliki pencatatan dan pembukuan yang terpisah dari kantor cabang dan atau kantor cabang pembantu; b. menggunakan standar akuntansi yang berlaku bagi perbankan syariah; c. melaporkan keuangan layanan syariah dengan menggabungkan laporan keuangan kantor cabang syariah induknya pada hari yang sama. Sementara itu, pemberlakuan kebijakan sistem office channeling pada ini di dasarkan pada Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 826DPbS perihal Perubahan Kegiatan Bank Umum Konvensional Menjadi Bank Umum yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah dan Pembukaan Kantor Bank yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah oleh Bank Umum Konvensional, yang menyatakan bahwa kebijakan sistem office channeling resmi berlaku pada bank konvensional yang memiliki Unit Usaha Syariah sejak 1 Januari 2007. Bagai dua sisi mata uang, dampak positif dan negatif menjadi hal yang tidak pernah bisa dipisahkan. Seperti halnya kebijakan-kebijakan yang lain, pada 33 kebijakan layanan syariah office channeling ini juga terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan yang tidak bisa dihindari. Kelebihan dan kekurangan office channeling dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel Kelebihan dan Kekurangan Office Channeling No Kelebihan Kekurangan 1 Bank syariah leluasa berkembang dan memiliki persaingan ketat dengan bank konvensional Modal tergantung komitmen bank induk. Jika menguntungkan, modal bisa ditambah. Tetapi, jika kurang prospek, keberadaannya hanya sekedar mengikuti tren 2 Kemurnian syariah tetap bisa dijaga dengan pemisahan dua pintu Industri perbankan di indonesia mayoritas masih dipegang oleh bank konvensional 3 Keberadaannya tersebar di mana- mana, karena jumlah kantor layanan besar, sehingga memudahkan untuk berkembang lebih luas Sumber Hamid 2006 Kerangka Berpikir
channeling and retention staff adalah