Didalam pertunjukan musik jazz membuat frasa melodi yang didasari tebal berbeda dengan interaksi yang ada di nada pada tema lagu sebagai isyarat pertunjukan musik lainnya. Hal ini menjadi vital dalam permainan disiplin musik jazz ketika melakukan musik jazz, tidak hanya berimprovisasi saja improvisasi yang baik.
Sekarang rancanglah sebuah kolaborasi seni dalam permainan musik yang kalian mainkan secara teatrikal. Tentukan tema, gerakan, properti, dan ekspresi yang cocok dengan permainan musik yang kalian mainkan. Setelah kalian memahami kolaborasi seni dalam pertunjukan musik, jawablah apa yang dinyatakan berikut dengan Ya atau Tidak :
Contohnya pertunjukan seni vocal seorang diri, mempertunjukan permainan terompet seorang diri, mempertunjukan piano seorang diri. 3. Menurut kalian bentuk pertunjukan musik yang yang berfungsi sebagai media komersial ! Jawaban: Pertunjukan seni musik yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan finansial, baik bagi penciptanya, penyanyinya
Musikansambel adalah permainan bersama dalam satuan kecil alat musik. 2. Menurut Sanjaya dkk (2019) Berikut adalah fungsi musik ansambel sebagaimana terkait dengan seni pertunjukan menurut Susetyo (2007): Sebagai sarana ritual, seperti musik ansambel tradisional Bali untuk mengiringi upacara atau musik ansambel untuk mengiringi
Denganadanya pertunjukan musik tentu akan memperoleh tanggapan, penilaian serta penafsiran dari berbagai masyarakat. Dalam musik band, intrumen yang biasanya digunakan diantaranya adalah drum, piano atau keyboard, gitar, bass, dan lainnya. Musik kreasi dapat dipertunjukkan melalui media vokal, media instrumen, maupun media campuran dalam.
contoh saling ketergantungan antara komponen biotik dan komponen abiotik adalah. Materi SBK Kelas 10 Bab 4Konsep Dasar PertunjukkanEksplorasi MusikGerak Dalam Permainan MusikMembandingkan Kolaborasi SeniMateri SBK Kelas 10 Bab 4Halo adik-adik berjumpa lagi di Portal kesempatan sebelumnya, Admin telah membagikan rangkuman materi SBK Kelas 10 Bab 3 Musik kesempatan kali ini, Admin akan membagikan materi baru rangkuman Materi SBK Kelas 10 Bab 4 Pertunjukan Musik dalam Permainan MusikYuk mari disimak!Materi SBK Kelas 10 Bab 4Pertunjukan Musik dalam Permainan MusikKonsep Dasar PertunjukkanPada hakekatnya pertunjukan musik adalah sebagai media komunikasi untuk menunjukkan hasil karya berekspresi dan berkreasi seseorang kepada orang pertunjukan seni dan kolaborasi seni musik, tari dan rupa, kegiatan mereproduksi memperagakan dan mempertunjukkan karya yang telah ada merupakan bentuk pada hakekatnya adalah melahirkan sesuatu, dan menciptakan sesuatu yang belum MusikDi dalam sebuah pertunjukan musik tradisional, pemusik dapat melakukan eksplorasi bunyi ataupun simbol musik melalui pencarian nada yang tepat sesuai dengan yang bunyi tidak hanya dilakukan dengan mengembangkan sumber bunyinya atau instrumen, tetapi juga melalui pengembangan pada simbol-simbol musik, seperti nada dan eksplorasi nada, kita juga dapat melakukan eksplorasi ritme untuk memainkan alat-alat perkusif ini adalah empat contoh pola ritme Gerak Dalam Permainan MusikGerakan tubuh seringkali dilakukan seseorang ketika tampil dalam suatu acara yang diiringi dengan permainan para penonton, gerakan-gerakan itu seringkali dihubungkan dengan nilai-nilai estetik dalam masyarakat dari mana peserta tersebut permainan musik, gerakan anggota badan itu dilakukan dengan cara-cara tertentu yang dipandang sesuai dengan nilai-nilai keindahan dalam tubuh dalam permainan musik tidak hanya memperlihatkan nilai-nilai estetik suatu masyarakat, tetapi juga memperlihatkan hubungan antara kesesuaian pola gerakan dan musik, khususnya tempo dan Kolaborasi SeniJohn Paynter 1972 pernah mengemukakan tentang kemungkinan melibatkan aktivitas lain dalam pembelajaran ini menyebabkan pembelajaran musik dapat dilakukan melalui aktivitas yang beragam yang dilakukan sesuai dengan potensi dan pengetahuan yang kita karya seni rupa ada yang dapat digunakan untuk memainkan musik, tetapi beberapa karya lainnya hanya dapat digunakan sebagai hiasan atau yang digunakan dalam pertunjukann musik tersebut tentu saja harus disesuaikan dengan tema yang hasil karya seni rupa, properti atau hiasan yang digunakan dalam pertunjukan musik atau pertunjukan seni tidak hanya terdiri dari instrumen perkusif yang dihias atau topeng, tetapi juga properti lainnya, seperti kerajinan tangan, asesoris, dan kalian sudah cukup memahami materi ini, coba juga latihan soal materi ini pada link dibawah iniLatihan Soal SBK Kelas 10 Bab 4Sekian rangkuman yang dapat Admin bagikan kali ini tentang rangkuman Materi SBK Kelas 10 Bab lupa share ke teman teman kalian apabila kalian merasa artikel ini bermanfaat untuk kunjungi Portal Edukasi untuk rangkuman materi lainnya Juga Rangkuman Materi SBK Kelas 10 Bab 5
Siapa nih di antara kamu yang memiliki hobi bermain musik? Mulai dari gitar, piano, atau biola? Nah, hari ini penulis akan membagikan materi Seni Budaya kelas 10 mengenai Pertunjukkan Musik Dalam Permainan Musik. Wah, topik yang menarik bukan? So, yuk langsung simak ulasannya di bawah ini. Pertunjukkan Musik Pertunjukan musik adalah media komunikasi untuk menunjukkan hasil karya berekspresi dan berkreasi seseorang kepada orang lain. Pertunjukan seni, baik musik, tari, rupa, ataupun kolaborasi dari ketiganya, mempunyai arti penting dalam kehidupan manusia. Karena karya seni dapat memberikan sebagian dari kebutuhan dasar hidup manusia. Berdasarkan pertunjukkan seni dapat tertanam perubahan afeksi yang tumbuh dan berkembang dari kegiatan pertunjukan seni tersebut, antara lain memupuk sikap percaya diri, tanggung jawab, disiplin, berani tampil di depan orang banyak, dan berani mengekspresikan diri. Pada kegiatan berekspresi dan berkreasi, seseorang diberi pengalaman mencipta atau memproduksi karya baru, pengalaman mempertunjukan dan mereproduksi karya yang sudah ada. Dalam pertunjukan seni dan kolaborasi seni musik, tari dan rupa, kegiatan mereproduksi memperagakan dan mempertunjukkan karya yang telah ada merupakan bentuk kreasi. Kreasi adalah melahirkan sesuatu dan menciptakan sesuatu yang belum ada. Kolaborasi seni adalah kerja sama dua atau lebih cabang seni. Pertunjukan musik dapat difungsikan sebagai media upacara, media hiburan, media komunikasi, media keagamaan, media sosial, media pendidikan, media berekspresi dan berkreasi. Pertunjukan seni musik dapat mengukur kompetensi, mengubah aspek kognisi dan afeksi para apresiatornya. Kolaborasi seni dapat digunakan untuk menghadirkan gagasan dan ide para peserta didik dalam berkesenian, sebagai media hiburan, memperindah, merencanakan, dan menata karya-karya seni yang fungsional dan ekspresif. Membuat Alat Musik Sederhana Hubungan yang erat antara musik dan gerakan dikemukakan oleh ahli pendidikan musik yaitu Barrett, McCoy, dan Veblen 1997 bahwa, “melalui gerakan tubuh, bernyanyi, dan memainkan musik. Misalnya, memperlihatkan cara seseorang menggunakan organ tubuhnya untuk mempelajari musik, internalisasi ritmik, serta menghubungkan antara bunyi dan gerakan”. Gerakan atau peralatan properti yang digunakan dalam permainan musik, harus disesuaikan dengan tema karya musiknya. Pemain alat perkusi sederhana menghasilkan bunyi sesuai dengan tema yang diinginkan oleh pembuat musiknya. Mereka menggunakan potongan bambu, botol, bel, atau gelas berisi air yang dipukul dengan sendok, kayu, dan sebagainya. Berikut contoh alat musik perkusi sederhana yang dihias Para pemain alat perkusi sederhana menghasilkan bunyi sesuai dengan tema yang diinginkan oleh pembuat musiknya. Berikut contoh beberapa peserta didik SMP di Cimahi, Jawa Barat sedang bermain musik dengan menggunakan alat-alat perkusi yang dihias Alat-alat perkusi sederhana digunakan oleh pemain musik untuk mengeksplorasi beragam bunyi yang dibutuhkan dalam permainan musik mereka. Eksplorasi bunyi adalah usaha manusia untuk mengekspresikan gagasan atau ide mereka tentang kehidupan melalui permainan musik. Kelompok Vokal Kontemporer Berikut contoh Kelompok Vokal Kontemporer, Exvoco Jerman, dan alat-alat perkusi sederhana yang sering mereka gunakan dalam pertunjukan musik Dalam pertunjukan musik tradisional, pemusik dapat melakukan eksplorasi bunyi atau simbol musik melalui pencarian nada yang tepat sesuai dengan yang diinginkan. Eksplorasi bunyi dapat dilakukan dengan mengembangkan sumber bunyi atau instrumen dan mengembangan simbol-simbol musik seperti nada dan ritme. Berikut contoh eksplorasi nada dengan menggunakan dua buah suling yang memiliki diameter dan panjang yang berbeda yang dilakukan oleh masyarakat di Bali Gerakan Tubuh Dalam Pertunjukkan Musik Gerakan tubuh dilakukan seseorang ketika tampil dalam acara yang diiringi permainan musik. Acara tersebut menggunakan tema tertentu. Akan tetapi, apa pun tema acara, peserta dalam acara melibatkan gerakan tertentu yang dapat dipandang sebagai simbol. Bagi para penonton, gerakan itu dihubungkan dengan nilai estetik dalam masyarakat dari mana peserta tersebut berasal. Tubuh merespon permainan musik yang terdengar melalui gerakan tangan, kaki, dan kepala. Dalam permainan musik, gerakan anggota badan dilakukan dengan cara tertentu yang sesuai dengan nilai keindahan dalam masyarakat. Gerakan tubuh seseorang dipandang sebagai pola perilaku yang dipelajari dalam lingkungan masyarakatnya, termasuk keluarga. Berikut contoh Pertunjukan seni gerak dalam permainan musik Gerakan tubuh dalam permainan musik memperlihatkan nilai estetik suatu masyarakat, memperlihatkan hubungan antara kesesuaian pola gerakan dan musik, khususnya tempo dan irama. Selain kolaborasi dengan gerakan, kolaborasi musik dapat dilakukan dengan cabang seni rupa. John Paynter 1972 mengemukakan tentang kemungkinan melibatkan aktivitas lain dalam pembelajaran musik yang menyebabkan pembelajaran musik dapat dilakukan melalui aktivitas beragam sesuai dengan potensi dan pengetahuan yang dimiliki. Contohnya dalam acara Lomba Bermain Sambil Bernyanyi IGTKI – PGRI 2013 yang bertema “Permainan Tradisional Anak Indonesia”, beberapa kelompok peserta menggunakan properti berupa topeng wajah manusia atau binatang topeng yang disesuaikan dengan tema cerita yang dimainkan secara teatrikal, seperti gambar berikut Sebagai hasil karya seni rupa, properti atau hiasan yang digunakan dalam pertunjukan musik atau pertunjukan seni terdiri dari instrumen perkusi yang dihias atau topeng, kerajinan tangan, aksesoris, dan kostum. Properti yang digunakan para pemain yang terlibat dalam pertunjukan atau permainan musik dapat dipandang sebagai nilai-nilai estetik dalam masyarakat. Kolaborasi seni dapat melatih rasa’ feeling dan meningkatkan kemampuan berpikir secara logis pada peserta didik. Kolaborasi seni dalam permainan musik juga dapat meningkatkan apresiasi terhadap nilai-nilai estetik dalam masyarakat lokal, seperti yang tampak pada pola ragam gerakan tubuh dan properti yang digunakan. Daftar Pustaka Soetedja, Zackaria dkk. 2017. Seni Budaya SMA/MA SMK/MAK Kelas X Semester 1. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Halo teman-teman semua! Apakah kamu pernah melihat konser musik? Yap, konser merupakan salah satu pertunjukkan seni musik lho. Nah, hari ini penulis akan mengupas tuntas berbagai unsur dalam Pertunjukkan Seni Musik dalam materi Seni Budaya kelas 10. Apakah kamu sudah siap guys? Yuk, langsung aja simak ulasan di bawah ini ya. Pertunjukkan Musik bagi Siswa Pertunjukan musik bagi siswa sekolah adalah untuk memberikan kesempatan bagi para siswa untuk memperlihatkan hasil belajar yang telah mereka peroleh di dalam kelas. Tujuan pertunjukan musik bagi siswa sekolah bukan untuk kepentingan bisnis, tetapi sebagai bagian dari pembelajaran musik. Teknik pertunjukan musik ada 4 yaitu karya musik yang akan dimainkan, penempatan pemain di atas panggung blocking, aspek psikologis para pemain selama pertunjukan, dan penguasaan permainan musik dan latihan. Langkah yang harus dilakukan untuk menentukan tema pertunjukan musik Pengamatan atau observasi Pemahaman terhadap tema yang dipilih Mencari data tentang tema yang dipilih Mengasosiasikan data dengan unsur musik, tari, rupa, dan teater Mengkomunikasikan hasil uji coba yang sesuai dengan tema kepada teman-teman yang terlibat dalam kolaborasi seni Apabila ingin mengasosiasikan nada bicara atau bunyi yang diamati, perhatikan ketinggian, irama, kecepatan, keras-lembut, aksentuasi, dan warna bunyinya untuk diasosiasikan dengan pola ritmik/lagu. Pemilihan pola ritmik/lagu yang akan digunakan dalam pertunjukan harus sesuai dengan tema yang dipilih. Setelah permainan musik, lagu, dan gerak telah terbentuk, maka tahap selanjutnya adalah menyempurnakan pertunjukan dengan benda/properti yang sesuai dengan tema pertunjukan. Properti yang digunakan pada latar panggung dapat disesuaikan dengan dana yang tersedia. Contoh Panggung Pertunjukkan Seni Musik Apabila dana memungkinkan, dapat menggunakan latar panggung dengan menggunakan teknologi multimedia yang didukung oleh tata lampu seperti gambar berikut Apabila dana tidak memungkinkan, dapat membuat latar panggung yang lebih sederhana tetapi menarik seperti gambar berikut Sebelum menentukan posisi pemain, tentukan dahulu berapa kategori pemain dalam pertunjukan musik yang direncanakan. Pemain dalam konteks pertunjukan dapat melibatkan beberapa kelompok, seperti pemain musik, penari, pemeran lakon, penyanyi, dan kelompok paduan suara. Penempatan pemain di atas panggung perlu diperhatikan agar penonton dapat melihat dengan jelas. Jenis-jenis Panggung Pertunjukkan Musik Proscenium Panggung yang hanya dapat disaksikan penonton dari satu arah, seperti gambar berikut 2. Panggung arena terletak di luar gedung, para pemain dapat dilihat oleh penonton dari segala arah. Biasanya digunakan dalam pertunjukan teater tradisi. Berikut contohnya Prosedur Pertunjukkan Musik Prosedur pertunjukan adalah cara-cara tertentu untuk menyempurnakan pertunjukan. Prosedur pertunjukan musik yaitu tentukan tema, seleksi permainan musik dan instrumen, membuat jadwal latihan, merancang kostum, properti, pembentukan tim panitia pertunjukan, dan memeriksa seluruh peralatan. Sekitar 3–6 bulan sebelum pertunjukan, tentukan bentuk kolaborasi seni dengan tema yang jelas. Selanjutnya, seleksi permainan musik/laguÂlagu/instrumen yang akan dipertunjukan. Kemudian buat jadwal latihan untuk melatih permainan musik menggunakan instrumen yang sudah ditentukan, latihan gerakan dengan musik, dan latihan memerankan lakon. Setelah permainan musik, gerakan, dan memerankan lakon sudah baik, jadwal selanjutnya adalah menggabungkan semua unsur itu dalam suatu kesatuan atau kolaborasi seni. Prosedur selanjutnya yaitu merancang kostum dan properti yang akan digunakan oleh seluruh pemain. Kostum sebaiknya disesuaikan dengan tema pertunjukan. Prosedur berikutnya yaitu tentukan latar dan properti panggung yang sesuai dengan tema yang ditentukan. Kemudian latihan dengan kedua elemen tersebut menjelang pelaksanaan pertunjukan. Agar pertunjukan musik diketahui oleh orang lain atau masyarakat, persiapkan pemberitaan atau publikasi. Siapkan juga rancangan buku program pertunjukan atau buku acara yang berisi agenda acara, hari, tanggal dan tempat pertunjukan. Kemudian buatlah tiket pertunjukan. Harga tiket sebaiknya terjangkau oleh para siswa, karena pertunjukan musik dilaksanakan di sekolah. Tiket dapat diperbanyak dalam jumlah yang sama dengan buku program. Berikut contoh buku program Panitia pertunjukan juga perlu dibentuk, agar sebelum pertunjukan, ketika pertunjukan dan setelah pertunjukan, pertunjukan bisa terorganisir dengan baik dan berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Prosedur terakhir, yaitu memeriksa seluruh peralatan yang akan digunakan, seperti peralatan instrumen, sound system, properti, tirai panggung, lampu panggung, memeriksa keamanan lantai panggung, dsb. Menjelang dimulainya pertunjukan musik, harus melakukan pemanasan agar tubuh menjadi rileks dalam permainan musik atau menari. Melalui pertunjukan musik di sekolah, Siswa dapat belajar tentang konsep, teknik pertunjukan, dan prosedur pertunjukan musik. Selain itu, siswa memperoleh pengalaman tentang cara yang digunakan untuk menyempurnakan pertunjukan musik, seperti memilih jenis publikasi, membuat buku program, dan membuat tiket pertunjukan. Prosedur pertunjukan yang dipelajari mencakup pemahaman siswa terhadap pentingnya tim panitia yang memiliki tugas berbeda, seperti panitia penjualan tiket, penerima tamu, tenaga teknis, penata lampu, penata panggung, dsb. Setelah pemahaman tentang konsep, teknik, dan prosedur telah dimiliki siswa, kemudian mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam bentuk pertunjukan musik yang mengkolaborasikan keempat unsur seni. Pertunjukan musik dapat dipandang sebagai perwujudan pengetahuan yang diperoleh siswa melalui pengalaman-pengalaman empiris dalam lingkungan sehari-hari dan pemahaman mereka atas konsep-konsep di bidang musik yang diperoleh dalam pembelajaran musik di sekolah. Daftar Pustaka Soetedja, Zackaria dkk. 2017. Seni Budaya SMA/MA SMK/MAK Kelas X Semester 2. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Pertunjukan Musik dalam Permainan Musik. Pada materi tentang Pertunjukan Musik dalam Permainan Musik ini, akan kita bahas beberapa materi yang dibagi menjadi beberapa kelompok pembahasan diantarnya sebagai berikut Konsep dasar, Eksplorasi musik, Gerak dalam permainan musik, dan Kolaborasi dalam permainan musik. Untuk lebih jelasnya mari kita simak bersama uraian berikut ini. Pada materi sebelumnya kita telah membahas pengertian musik, simbol, dan nilai estetis pada musik, jenis musik dan fungsi serta alat musik juga jenis permainan musiknya. Selanjudnya dikesempatan ini kita akan lanjudkan materinya sesusai dengan tema atau judul tersebut diatas. Materi Pertunjukan Musik dalam Permainan Musik 1. Konsep Dasar Pertunjukan Musik. Pada hakekatnya pertunjukan musik adalah sebagai media komunikasi untuk memperlihatkan karya hasil berekspresi dan berkreasi seseorang kepada orang lain. Kegiatan pertunjukan sebuah karya seni baik musik, tari, rupa, dan atau pertunjukan kolaborasi dari tiga jenis bidang seni tersebut dapat memberi pengaruh kepada perubahan kognisi dan afeksi penikmatnya, meski tidak bisa memperoleh umpan balik secara langsung. Berdasarkan pertunjukkan seni itu pula akan dapat tertanam berbagai perubahan afeksi yang tumbuh dan berkembang dari kegiatan pertunjukan seni tersebut, antara lain memupuk sikap percaya diri, tanggung jawab, disiplin, berani tampil di depan orang banyak, dan berani mengekspresikan diri. Tahukah kamu bahwa dalam pertunjukan seni ada faktor positif yang tertanam? Dapat diketahui bahwa pada kegiatan berekspresi dan berkreasi, seseorang diberi pengalaman mencipta atau memproduksi karya baru dan pengalaman mempertunjukan serta mereproduksi karya yang sudah ada. Dalam pertunjukan seni dan kolaborasi seni musik, tari dan rupa, kegiatan mereproduksi memperagakan dan mempertunjukkan karya yang telah ada merupakan bentuk kreasi. Kreasi pada hakekatnya adalah melahirkan sesuatu, dan menciptakan sesuatu yang belum ada. Adapun kolaborasi seni dapat diartikan sebagai kerja sama dari atau antara dua atau lebih suatu cabang seni. Hubungan yang erat antara musik dan gerakan telah lama diketahui oleh para ahli pendidikan musik. Sebagaimana dikemukakan oleh Barrett, McCoy, dan Veblen 1997 bahwa, “ melalui gerakan tubuh, bernyanyi, dan memainkan musik. Misalnya, memperlihatkan cara seseorang menggunakan organ tubuhnya untuk mempelajari musik, internalisasi ritmik, serta menghubungkan antara bunyi dan gerakan ”. Pertunjukan Musik dalam Permainan Musik Hal apa saja yang dapat kamu lihat dan pelajari pada gambar tersebut diatas? Apabila melihat secara langsung, kamu akan mengetahui bahwa ketiga orang dalam gambar itu sedang menggerakkan badan sambil berjalan mengikuti irama permainan musik. Bila diamati, di antara jari-jari kaki mereka terdapat benda yang terbuat dari tempurung kelapa yang menghasilkan bunyi tertentu ketika mereka berjalan. Properti tempurung kelapa yang digunakan di antara jari kaki para pemain tersebut merupakan salah satu properti alat perkusif. Alat dapat dipandang sebagai salah satu peralatan atau properti dalam permainan musik dan hal ini merupakan salah satu bentuk kolaboratif antara permainan musik dan pertunjukan. ketahui pula bahwa kolaborasi dari beberapa cabang seni dalam permainan musik bisa saja dilakukan. Namun, perlu pula diketahui bersama bahwa apa pun gerakan atau peralatan properti yang digunakan dalam permainan musik, harus disesuaikan dengan tema karya musiknya. 2. Eksplorasi Musik. Sering kali kita melihat ada sekelompok orang memainkan alat musik musik dengan menggunakan instrumen - instrumen yang sudah kita kenal dengan baik, seperti gitar,drum, atau keyboard. Namun, pernahkah kita melihat sekelompok orang memainkan alat musik dengan menggunakan alat-alat perkusif yang sederhana, seperti menggunakan potongan bambu,botol bekas, bel, atau gelas berisi air dengan sendok sebagai pemukulnya? Muncul satu pertanyaan bahwa apakah sekelompok orang yang menggunakan beberapa alat perkusif sederhana tersebut dapat dikatakan memainkan musik? Yaa.., Walaupun hanya menggunakan peralatan perkusif yang sederhana,namun bunyi yang mereka hasilkan tetap dapat disebut dengan musik. Mengapa?, sebab para pemain alat perkusif sederhana tersebut menghasilkan bunyi-bunyian sesuai dengan tema yang diinginkan oleh pembuat musiknya dengan mengutamakan dan memanfaatkan media ungkap yang berada di lingkungan setempat, yakni berupa pertunjukan musik tradisional berbasis kearifan local sebagai hasil kegiatan berskspresi dan berkreasi musiknya. Umumnya, alat-alat sederhana tersebut digunakan oleh pemain musik guna mengeksplorasi berbagai macam bunyi yang dibutuhkan dalam permainan musik mereka. Maka dapat kita katakan bahwa eksplorasi bunyi merupakan salah satu bentuk usaha manusia untuk mengekspresikan ide atau gagasan mereka tentang kehidupan melalui permainan musiknya. Perlu pula kita ketahui bersama bahwa dalam sebuah pertunjukan musik tradisional, pemusik dapat melakukan eksplorasi bunyi ataupun simbol musik melalui pencarian nada yang tepat sesuai dengan yang diinginkan melalui pengembangan pada simbol-simbol musik, diantaranya yaitu nada dan ritme. 3. Gerak dalam Permainan Musik. Gerakan tubuh seringkali dilakukan seseorang ketika tampil dalam suatu acara yang diiringi dengan permainan musik. Umumnya, acara-acara seperti itu menggunakan tema tertentu. Namun, apa pun tema acara, peserta yang turut serta dalam acara itu akan melibatkan gerakan-gerakan tertentu yang dapat dipandang sebagai simbol. Bagi para penonton, gerakan-gerakan tersebut terkadang dihubungkan dengan nilai estetik suatu budaya dalam masyarakat dengan melihat dari mana peserta tersebut berasal. Tubuh merespon permainan musik yang terdengar melalui gerakan, seperti gerakan tangan, kaki, dan kepala. Dalam permainan musik, gerakan anggota badan itu dilakukan dengan cara-cara tertentu yang dipandang sesuai dengan nilai-nilai keindahan dalam masyarakatnya. Hal ini dapat dipahami karena gerakan tubuh seseorang dipandang sebagai salah satu pola perilaku yang dipelajari orang tersebut dalam lingkungan masyarakatnya, termasuk keluarga. Gerak tubuh pada permainan musik tidak hanya memperlihatkan nilai estetik suatu masyarakat, namun juga memperlihatkan hubungan antara kesesuaian pola gerak dan musik yang dimainkan, terutama pada tempo dan irama musiknya. 4. Kolaborasi dalam Permainan Musik. Pada bagian C diatas, kita telah mencoba melakukan kolaborasi pertunjukan musik dengan pola-pola ragam gerak tangan, kaki, badan, dan kepala. Namun, perlu diketahui bersama pula bahwa kolaborasi musik juga dapat dilakukan dengan cabang seni lainnya, seperti seni rupa. John Paynter 1972 pernah mengemukakan tentang kemungkinan melibatkan aktivitas lain dalam pembelajaran musik. Hal ini menyebabkan pembelajaran musik dapat dilakukan melalui aktivitas yang beragam yang dilakukan sesuai dengan potensi dan pengetahuan yang kamu miliki. Berdasarkan pemikiran Paynter itu, coba kita kolaborasikan gerak tubuh, properti, dan ekspresi dalam pertunjukan musik. Karya seni rupa apa saja yang bisa digunakan dalam mengkolaborasikan seni itu? Perhatikan gambar berikut. Materi Pertunjukan Musik dalam Permainan Musik Keempat gambar diatas dapat digunakan dalam suatu pertunjukan musik. Namun, kegunaannya masing - masing alat tentu saja berbeda. Beberapa karya seni rupa tersebut ada yang bisa digunakan untuk memainkan musik, tetapi terdapat pula beberapa karya lainnya hanya dapat digunakan sebagai hiasan atau properti pelengkap saja. Properti yang digunakan dalam pertunjukann musik tersebut tentu saja harus disesuaikan dengan tema yang ada. Seperti halnya dengan gerakan tubuh, properti yang digunakan para pemain yang terlibat dalam suatu pertunjukan atau permainan musik dapat dipandang sebagai suatu simbol yang memperlihatkan nilai estetik dalam suatu masyarakat. Demikian penjelasan singkat tersebut diatas, semoga bermanfaat dan Kemendikbud_RI
pertunjukan musik dalam permainan musik