Memilikiciri khas daun yang majmuk ganda. kulit kasar, kuat, batang berwarna coklat kehitaman.Daun jambu air adalah daun tunggal dengan filotaksis berhadapan.Bentuk daunnya bulat telur lonjong, dengan pertulangan daun menyirip, urat-urat daunnya terlihat jelas.Daging daun tipis seperti perkamen (perkamenteus), permukaan daun gundul (glaber Menemukanciri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada divisi Magnoliophyta khususnya Subclassis Rosidae. Di daerah Kuningan, daun jambu air biasa digunakan sebagai pembungkus tape ketan. Buah jambu air selain dikonsumsi secara langsung buah jambu air juga bisa dibuat sirup, atau jus. Jambu air juga dapat digunakan sebagai obat Untukbunganya terletak pada ujung rantung atau terminal dan muncul pada ketiak daun yang sudag gugur atau aksial. Berisi 3 hingga 7 kuntum. Memiliki warna bunga kuning keputihan, ukuran kelopaknya sebesar 1 cm panjangnya. Daun pada mahkotanya akan membundar segitiga 5-7 mm/ benang sarinya berukuran 0,75-2 cm serta tangkai putiknya sepanjang 17mm. Bungatanaman jambu air terletak di ketiak daun, bagian kelopaknya berbentuk corong, benang sari berukuran 3-3,5 cm berwarna putih dan terdapat lebih dari 20 benang sari dengan ukuran putik 4-5 cm berwarna hijau pucat. Bunga tanaman jambu air juga disebut dengan bunga lengkap. 5. Buah tanaman DaunJambu air merupakan daun tunggal tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina), lazimnya disebut daun bertangkai. Daun tunggal terletak berhadapan. penyerbukan dengan bantuan angin. Ciri khusus yang dimiliki oleh putri malu adalah mengatupkan daunnya jika terkena rangsangan. Putri malu memiliki contoh saling ketergantungan antara komponen biotik dan komponen abiotik adalah. – Jambu air Syzygium Aqueum merupakan salah satu jenis jambu yang umum ditemukan dan dibudidayakan di Indonesia. Hampir semua jenis jambu air biasanya memiliki buah dengan bentuk pangkal yang kecil dan bagian bawahnya ada juga yang berbentuk unik seperti bulat atau lonjong. Warna kulitnya pun beragam, dari putih, hijau, hingga merah. “Kalau yang dimaksud keluarga Syzygium wah banyak sekali,” kata Kepala Pusat Kajian Hortikultura Tropika Institut Pertanian Bogor IPB Awang Maharijaya pada Senin 14/6/2021. "Paling terkenal ya Jambu Citra, Jambu Deli, Jambu Cincalo, Jambu Semarang, Jambu Bol, Jambu Mawar, dan lain-lain," lanjut ini penjabaran mengenai jenis jambu air seperti tertera dalam buku “Jambu Air Eksklusif” 2015 karya Eny Pujiastuti terbitan PT Niaga Swadaya. Baca juga 5 Cara Pilih Jambu yang Matang dan Manis dari Pakarnya 1. Cincalo Jambu cincalo memiliki arti jambu enak dan manis. Jambu tidak berbiji ini berasal dari Desa Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kabupaten Tangerang, Banten. Ada buah yang berwarna merah dan berwarna hijau. Cincalo merah ukurannya besar. Kadang buahnya ada yang berbiji, banyak juga yang tidak berbiji. Sementara cincalo hijau bentuknya lebih kecil. Rasanya renyah, segar, dan manis. 2. Citra Jambu citra punya bentuk yang besar menyerupai lonceng. Rata-rata bobotnya bisa mencapai 250 gram per buah. Penggunaan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan herbal, umum ditemukan dan tersebar luas di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah mengategorikan lebih dari spesies tanaman dengan khasiat penyembuhan, termasuk jambu biji. Daun jambu biji memiliki sejarah dalam penggunaannya sebagai obat, dan itu masih digunakan sampai sekarang. Berdasarkan penelitian Sumra Naseer dalam jurnal Clinical Phytosciencei, jambu biji banyak tumbuh di daerah tropis, di mana penanaman jambu biji pertama yang bernilai ekonomi dilakukan tahun 1912 di Florida. Karakteristik Daun Jambu Biji Menurut penelitian Shakib Uzzaman dalam jurnal Open Access Toxicology & Research, daun jambu biji berbentuk sederhana dan tersusun berseberangan di sepanjang batang. Tangkai daun berukuran 4-10 mm. Helaian daun memiliki panjang 7-15 cm dan lebar 3-7 cm. Daun jambu biji berberntuk agak lonjong atau elips dengan ujung yang membulat atau runcing dengan pangkal tumpul. Bawah daun jambu biji memiliki bulu halus terutama ketika muda. Keseluruhan daun umumnya berwarna hijau kusam. Setiap daun memiliki urat tengah pelepah yang menonjol serta 10-20 pasang urat samping urat lateral. Kandungan Daun Jambu Biji Penelitian Manoj Kumar yang terbit dalam jurnal Foods edisi ke-10 mengungkap bahwa daun jambu biji adalah sumber yang kaya akan berbagai mikro dan makronutrien. Unsur tersebut dipercaya mampu meningkatkan kesehatan serta senyawa bioaktif. Daun juga mengandung kelembaban 82,47%, abu 3,64%, lemak 0,62%, protein 18,53%, karbohidrat 12,74%, asam askorbat 103 mg, dan asam galat 1717 mg. Manfaat Daun Jambu Biji 1. Mencegah diare Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Revista do Instituto de Medicina Tropical de Sao Paulo, ekstrak daun jambu biji mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yang menyebabkan diare. Orang yang menderita diare disarankan untuk mengonsumsi daun jambu biji agar mengurangi sakit perut, menghambat pengeluaran tinja yang berair, serta memulihkan tubuh lebih cepat. Cara mengonsumsinya, tambahkan daun dan akar jambu biji yang bersih ke dalam secangkir air mendidih. Saring airnya dan minum saat perut kosong. 2. Menurunkan kolesterol LDL atau low-density lipoprotein adalah salah satu dari lima kelompok utama lipoprotein yang berfungsi mengangkut molekul lemak ke seluruh tubuh. Kelebihan LDL inilah yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan terutama pada jantung. Menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition and Metabolism, partisipan penelitian yang minum air rebusan daun jambu biji memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah setelah delapan minggu. 3. Mencegah diabetes Daun jambu biji dapat mencegah diabetes dengan cara menghambat beberapa enzim yang mengubah karbohidrat dalam saluran pencernaan menjadi glukosa, sehingga memperlambat penyerapan sukrosa dan maltosa dalam darah. Hal tersebut merupakan temuan dari Yoriko Deguchi dan Kouji Miyazaki dari Yakult Central Institute for Microbiological Research yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition and Metabolism. Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang juga menyetujui daun jambu biji sebagai salah satu makanan untuk kegunaan kesehatan tertentu Foods for Specified Health Uses, sekaligus berfungsi sebagai pengobatan diabetes. 4. Mencegah kanker Daun jambu biji dapat mencegah pertumbuhan sel kanker pada usus besar, prostat, dan epidermis, serta melanoma dan leukemia. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa likopen memiliki peran penting dalam menurunkan potensi risiko kanker. Pada 2010, penelitian oleh Amy C. Brown dalam Journal of Complementary and Integrative Medicine menemukan bahwa antioksidan yang tinggi dari daun jambu biji berkontribusi dalam pencegahan kanker. Selain itu, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food pada 2012 mengonfirmasi bahwa daun jambu biji memiliki efek antikanker pada sel kanker prostat manusia. 5. Mengobati flu Minum air rebusan daun jambu biji dapat melawan penyakit flu. Dalam studi tahun 2012 di jurnal Antiviral Research, air rebusan daun jambu biji berperan sebagai penghambat pertumbuhan virus penyebab flu karena memiliki sifat antivirus. Sifat tersebut dihasilkan kandungan flavanol yang merupakan antioksidan alami. 6. Menurunkan tekanan darah tinggi Mengonsumsi ekstrak daun jambu biji dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan dalam jurnal Comparative Clinical Pathology menemukan, bahwa ekstrak daun jambu biji berpotensi menurunkan tekanan darah. Efek tersebut didukung sifat antioksidan dalam daun jambu biji. Antioksidan dapat menurunkan tekanan darah dengan membantu melebarkan pembuluh darah. Namun, para ilmuwan perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk lebih yakin dengan hasil temuan tersebut. 7. Meningkatkan kesuburan Daun jambu biji mengandung beberapa antioksidan alami. Menurut Nigerian Postgraduate Medical Journal, ekstrak daun jambu biji memiliki efek menetralkan racun gossypol. Racun tersebut menyebabkan gangguan reproduksi pria dan wanita. Dari penelitian tersebut, ekstrak daun jambu biji terbukti menetralkan racun sehingga dapat meningkatkan kesuburan. Cara Membuat Air Rebusan Daun Jambu Biji Melansir dari sebuah artikel oleh Katey Davidson yang ditinjau secara medis oleh dr. Adrienne Seitz dalam situs web Healthline, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Berikut cara membuat air rebusan daun jambu biji menggunakan daun jambu biji kering. Tambahkan 1-2 sendok teh 2,5-5 gram daun jambu biji kering ke dalam gelas. Tuang 1 cangkir 240 mL air mendidih. Diamkan selama 5-10 menit. Saring dan minum saat masih hangat. Sebagai alternatif, Anda juga bisa membuat air rebusan menggunakan daun jambu biji segar. Cuci 5-10 lembar daun jambu biji segar dengan air dingin yang mengalir. Rebus 2 gelas 475 mL air di atas kompor, lalu tambahkan daunnya. Kecilkan api dan didihkan selama 10-12 menit. Angkat dari kompor dan tuangkan cairan ke dalam saringan di atas cangkir atau mangkuk lebar. Buang daunnya. Itulah manfaat daun jambu biji bagi kesehatan. Cara membuat air rebusan daun jambu biji juga cukup mudah. Sifat dan Ciri-Ciri Jambu Air Tanaman jambu air punya ciri-ciri dan anatomi yang khas berkaitan dengan pohon, cabang, daun, bunga, buah, dan akar. Pohon Tanaman jambu air hidup menahun dan berbuah dua kali setahun, yaitu pada bulan Juli dan September. Pohonnya berkayu, tumbuh kokoh mencapai ketinggian 6-7 meter atau lebih. Kulit batangnya berwarna cokelat sampai cokelat kemerah-merahan. Gambar pohon jambu 1. Cabang Percabangan tanaman jambu air cukup banyak mulai batang dekat permukaan tanah hingga ke bagian atas pohon sehingga bentuk tajuk tanaman melebar ke semua arah. 2. Daun Daun jambu air berbentuk bundar agak panjang dengan bagian ujung runcing. Letak daun berhadap-hadapan, tangkai daun pendek, dan secara keseluruhan tampak rimbun. 3. Bunga Bunga jambu air tumbuh pada dahan atau ranting yang tersusun dalam rangkaian atau dompolan. Bentuk bunga mirip cangkir, ketika mekar menebar aroma harum, dan tiap bunga memiliki banyak benangsari. Bunga jambu air 4. Buah Bentuk buah jambu air amat beragam, di antaranya bulat, bulat memanjang mirip lonceng, agak gemuk mirip genta, bulat segitiga, dan bulat segitiga memanjang. Warna kulit buah bervariasi, ada yang putih, hijau, merah, merah kehijau-hijauan, dan hijau kelam kecoklat-coklatan dengan daging buah agak padat sampai padat sekali; kulit buah licin dan rasanya agak masam sampai manis menyegarkan. Buah yang masih agak muda ataubelum matang benar ada rasa sepetnya. Sebagian buah jambu air berbiji, namun ada pula yang tidak berbiji, tergantung kepada jenisnya Buah jambu air 5. Akar Sistem perakaran tanaman jambu air menyebar kesegala arah dengan daya jangkau cukup dalam hingga menembus lapisan tanah dalam antara 2-4 meter atau lebih dari permukaan tanah. Tanaman jambu air asal biji memiliki akar tunggang yang amat kokoh dan dalam. Hama dan Penyakit Pada Tanaman Jambu Air – Jambu Air merupakan tanaman buah yang sangat populer di Indonesia. Buah musiman ini memiliki kandungan air yang tinggi serta manis yang menyegarkan. Jambu air menjadi tanaman buah yang hampir ada disetiap halaman rumah. Meskipun begitu, tanaman jambu air ternyata rentan terserang hama dan penyakit, khususnya pada bagian daunnya. Keberadaan hama dan penyakit pada tanaman jambu air dapat menyebabkan menurunnya tingkat produksi dan kualitas buah yang dihasilkan, hingga menyebabkan kematian. Terdapat beberapa jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman jambu air seperti ulat pagoda, penggerek batang, lalat buah, antraknosa, codot, benalu. Berikut ini cara pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jambu air. Baca Juga Cara Okulasi Jambu Jamaika 1. Ulat pagoda pagodiella hekmeyeri Ciri-Ciri Hama ulat pagoda menyerang daun Gejala Daun menjadi bopengan dan rusak akibat ulat. Tanaman tetap bisa berbuah tapi jumlah buah berkurang. Cara Pengendalian Kumpulkan dan musnahkan telur, ulat, kepompong ulat pagoda dengan cara dibakar. Atau dengan semprotkan pestisida sistemik dengan dosis sesuai anjuran. 2. Kutu Perisai Hijau Ciri-Ciri Berukuran kecil sekitar 3-5mm, berwarna hijau dan sedikit kemerahan. Gejala Menempel pada bagian bawah daun dan menyebabkan muncul bercak hitam seperti jelaga. Cara Pengendalian Berikan musuh alami kutu perisai seperti kepik. Namun hama ini akan hilang dengan sendirinya pada saat musim penghujan karena serangan beragam cendawan. 3. Lalat Buah Gejala Hama menyerang bagian buah yang mengakibatkan buah rontok dan busuk, serta membuat permukaan buah menjadi kecokelatan dan kehitaman. Cara Pengendalian Bungkus buah dengan kertas karton semen, atau bungkus dengan plastik sewaktu masih di pohon dan melakukan penyemprotan insektiida sesuai dosis anjuran. Baca Juga Cara Menanam Budidaya Jambu Mete 4. Ulat Kupu-kupu Gajah Ciri-Ciri Berukuran panjang sekitar 12 cm, berwarna hijau muda hingga kebiru-biruan, berbadan gemuk dan lunak. Gejala Menyebabkan daun berlubang-lubang karena dimakan hama. Ulat ini juga bertelur di tepi-tepi daun dan kepompong bergelantung pada daun. Jika tanaman jambu air dibiarkan akan membuat daun mengerut, menguning dan kemudian mati. Cara Pengendalian Kumpulkan dan musnahkan telur, kepompong dan ulat kupu-kupu gajah dengan cara dibakar. Atau anda juga bisa semprotkan pestisida namun hal ini tidak disarankan. 5. Benalu Gejala Menyerang dan Menyerap sari tanaman jambu air sehingga menyebabkan kualitas dan pertumbuhan tanaman menjadi terganggu. Cara Pengendalian Lakukan sanitasi lahan, buang dan bersihkan dari tanaman pengganggu. Baca Juga Cara Merawat Jambu Madu Deli Hijau 6. Codot Gejala Menyebabkan rontok buah karena daging buah dimakan codot. Jika dibiarkan akan mengganggu proses pembuahan sehingga produktivitas menurun. Cara Pengendalian Berikan selambu pada sekitar tanaman atau dengan membungkus bakal buah satu persatu sehingga buah akan terhalangi dari jenis hama ini. 7. Penggerek Batang Gejala Hama menyerang batang hingga menyebabkan batang menjadi berlubang, kulit terkelupas dan mengeluarkan getah. Cara Pengendalian Potong bagian batang yang terserang hama penggerek batang. Lalu tempelkan kapas yang telah direndam dengan insektisida yang disumbatkan dibagian yang berlubang tersebut. Baca Juga Cara Menanam Jambu Air Black Diamond Penyakit Tanaman Jambu Air 1. Penyakit Fisiologis Penyebab Kurang perawatan pada tanaman jambu air. Gejala Membuat rusak akar dan muncul cendawan yang merugikan tanaman. Hingga membuat akar membusuk, buah rontok dan kematian tanaman. Cara Pengendalian Lakukan perawatan sesuai petunjuk terutama dalam pemberian pupuk serta penyiraman rutin. 2. Antraknosa Penyebab cendawan Collectotrichum gloeosporioides Penz. Gejala Muncul bercak coklat kehitaman pada daun-daun tua pada tanaman, hingga membuat buah membusuk dan berjatuhan, tunas mengering dan mati. Cara Pengendalian Potong dan musnahkan bagian tanaman yang terserang penyakit dan lakukan penyemprotan fungisida seperti Dithan M-45 atau Blue sesuai petunjuk. Baca Juga Cara Menanam Jambu Citra Dalam Pot 3. Embun Jelaga Penyebab kapang Capnodium sp. Gejala permukaan daun tertutup oleh lapisan berwarna hitam. Cara Pengendalian Beri penyemprotan insektisida untuk membunuh kutu daun. Potong dan musnahkan bagian tanaman yang terserang untuk mencegah penyebaran penyakit. Itulah beberapa tips Hama dan Penyakit Pada Tanaman Jambu Air serta Cara Pengendaliannya. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai sumber literasi bagi pembaca. Mengenal Tanaman Jambu Air, Syzygium aqueum, Buah yang enak dan menyegarkan Jambu air merupakan salah satu komoditas buah yang telah banyak dibudidayakan karena mempunyai kemampuan adaptasi dan toleransi yang tinggi terhadap semua jenis tanah. Karakter lengkap tanaman tersebut masih belum diketahui. Karakterisasi morfologi dari beberapa varietas jambu air menunjukkan banyak keunikan berdasarkan karakter generatif, seperti bunga dan buah. Perbedaan karakter vegetatif, seperti batang dan daun, lebih sedikit dibandingkan karakter generatif. Perbedaan karakter morfologi disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Tanaman jambu air berasal dari Indo Cina Rukmana 1997 dan diduga juga berasal dari kawasan Malaysia hingga Indonesia Ashari 2006a. Pusat penyebaran tanaman jambu air di Indonesia terdapat di Pulau Jawa Sulastri 2004. Jambu air telah banyak dibudidayakan karena mempunyai kemampuan adaptasi dan toleransi yang tinggi terhadap semua jenis tanah Iriani et al. 2014. Menurut Santoso et al. 2005 tanaman yang mampu beradaptasi secara luas merupakan tanaman yang ideal karena dapat dikembangkan di berbagai wilayah dengan skala cukup besar untuk menjamin keberlanjutan produksi. Produksi tanaman jambu air di Indonesia pada tahun 2014 adalah sebesar ton dengan hasil produktivitas sebesar 6,95 ton/Ha Kementan 2015. Tanaman jambu air dikelompokkan ke dalam dua spesies, yaitu Syzygium aqueum jambu air dan Syzygium samarangense jambu semarang. Saat ini masyarakat luas lebih mengenal keduanya sebagai jambu air Hariyanto 2003. Menurut Rukmana 1997 S. aqueum disebut juga sebagai jambu air masam yang memiliki ciri buah berbentuk bulat dengan bagian ujung melebar dan langsung mengecil pada bagian pangkal, sedangkan Syzygium samarangense disebut juga sebagai jambu air manis yang memiliki bentuk buah memanjang dan kompak. Koleksi tanaman buah jambu air di Mekarsari sangat beragam, antara lain jambu air Citra, Lilin Hijau, Lilin Merah, Sukaluyu, Camplong, dan lain sebagainya MUS 2015. Tanaman jambu air mempunyai beberapa potensi untuk dimanfaatkan. Batang jambu air dapat dijadikan sebagai bahan bangunan Verheij dan Coronel 1997 dan kerajinan tangan Morton 1987. Menurut Palanisamy et al. 2011 ekstrak daun jambu air dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat, salah satunya sebagai antioksidan. Beberapa hasil penelitian juga menunjukkan bahwa daun jambu air memiliki aktivitas antidiare Ghayur et al. 2006, antihiperglikemik Manaharan et al. 2012; Shahreen et al. 2012; Ragasa et al. 2014, antimikroba Reddy dan Jose 2011, analgesik, antiinflamasi, dan antidepresi Mollika et al. 2014; Majumder et al. 2014, serta imunostimulan, sitotoksik, dan antikolinesterasi Peter et al. 2011. Daun muda jambu air dapat digunakan sebagai pembungkus tape ketan Verheij dan Coronel 1997. Bunga jambu air, khususnya Syzygium samarangense digunakan untuk mengobati demam dan menghentikan diare Morton 1987. Buah jambu air dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan Rukmana 1997 serta dapat dimakan secara langsung dalam keadaan segar maupun sebagai campuran rujak Ashari 2006b. Buah jambu air memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dan lengkap Rukmana 1997. Menurut Verheij dan Coronel 1997 80 % atau lebih bagian buah dapat dimakan. Komposisi tiap 100 gram bagian buah yang dapat dimakan mengandung air lebih dari 90 %, protein 0,3 g, tidak ada lemak, karbohidrat 3,9 g, serat 1 g, vitamin A 253 SI, vitamin B1 dan B2 sedikit, vitamin C 0,1 mg, dan mengandung energi sebesar 80 kJ/100 Populer - Pop name Jambu AIr, CincaloNama Latin - Latin Name Eugenia aqueumFamily MyrtaceaeOrigin - Daerah Asal IndocinaTipe Tanaman Tanaman BuahPropagasi perbanyakan Biji dan cangkokMedia Tanam Tanah Kebun Perlakuan khusus Pemangkasan dan Pemupukan Ciri ciri dan Identifikasi tanaman Habitus TanamanTinggi Tanaman hingga 20 mDiameter Tajuk hingga 15 mKarakter Morfologi Beberapa Varietas Tanaman Jambu Air Jambu air merupakan tanaman tahunan yang memiliki perawakan berupa pohon. Menurut Chi et al. 2014 secara umum jambu air S. samarangense memiliki tinggi sekitar 12–15 m, namun pohon pada kebun yang dikelola memiliki tinggi berkisar 4–5 m. Hal ini tidak berbeda jauh dengan hasil pengamatan tinggi pohon pada varietas jambu air yang diamati yakni berkisar 4,2–8,1 m. Menurut Margianasari et al. 2013 pohon yang berasal dari perbanyakan vegetatif memiliki tajuk lebih pendek. Kondisi tajuk pada beberapa varietas jambu air yang diamati, yaitu sedang, sedang–rimbun, dan rimbun. Bentuk tajuk terdiri atas tiga jenis mengacu pada Booth 1983, yaitu menyebar spread, kerucut pyramidal, dan tinggi meramping columnar. Bentuk tajuk menyebar merupakan bentuk tajuk yang paling banyak dimiliki oleh beberapa varietas jambu air, antara lain Varietas Citra, Sukaluyu, Camplong, Madura Putih, Rose Apple, Apel Super, Neem, Lilin Hijau, Semarang Darah, dan beberapa pohon dari Varietas Lilin Merah, sedangkan bentuk kerucut dimiliki oleh Varietas Mutiara Hitam dan King Rose Apple. Varietas Cincalo Gambar 1m dan beberapa pohon dari Varietas Lilin Merah Gambar 1i memiliki bentuk tajuk tinggi meramping. Bentuk tanaman yang berbeda dipengaruhi oleh faktor genetik Rao dan Hodgkin 2002.Batang dan Percabangan Tanaman JambuMorfologi Batang Tanaman jambu air memiliki bentuk batang gilig teres dengan permukaan kulit mengelupas. Arah tumbuh batang tegak lurus dengan percabangan simpodial. Batang berwarna coklat kehitaman dan memiliki tipe kulit berkayu Tanaman Jambu AirBentuk daun - Leaf Shape Lancet dan OvateSusunan daun - Leaf Arrangement PinnateSusunan daun dari batang - Leaf Arr. on Stem PetioleTulang daun - Leaf Venation MenyiripPinggir daun - Leaf Margins Rata, Serrate dan ada yang bergelombangPangkal daun Ujung daun - Leaf Tip AcuminateWarna daun - Leaf Colour Hijau terangTangkai daun atau petiole pendekUkuran daun - Leaf Size panjang 6 - 25 cm, lebar 2 - 10 cmPermukaan daun rata glabrousMorfologi Daun jambu air memiliki susunan daun berhadapan dengan struktur daun tunggal. Jambu air memiliki beberapa bentuk helai daun, yaitu lonjong, lonjong menyempit, lanset, dan lanset terbalik. Bentuk helai daun lonjong merupakan bentuk helai daun yang paling dominan pada daun jambu air. Menurut Hariyanto 2003 jambu air memiliki bentuk helai daun bulat telur sampai lonjong atau elips Syzygium aqueum dan lonjong-lebar, elips lonjong, lanset elips atau elips S. samarangense. Tsukaya 2005 melaporkan bahwa perbedaan pada bentuk helai daun dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Daun jambu air memiliki pertulangan helai daun menyirip. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pangkal helai daun jambu air secara umum berbentuk melekuk dengan ujung helai daun meruncing. Daun jambu air memiliki dua tipe tepi helai daun yaitu rata dan bergelombang. Daun jambu air secara umum memiliki tepi helai daun rata. Hal yang sama juga dikemukakan Hariyanto 2003 bahwa daun jambu air memiliki tepi helai daun yang rata. Tepi helai daun bergelombang dimiliki oleh beberapa varietas, meliputi Varietas Mutiara Hitam, Rose Apple, dan Apel Super Tabel 2. Menurut Hariyanto 2003 jambu Varietas Apel lebih mudah dibedakan dari varietas lain karena memiliki ciri khusus yakni tepi helai daun daun jambu air gundul glabrous, pucat glaucous, dan memiliki tekstur seperti kertas. Daun jambu air memiliki aroma harum yang kuat ketika diremas. Daun pada sisi adaksial berwarna hijau tua, sedangkan daun pada sisi abaksial berwarna hijau muda. Daun muda jambu air rata-rata berwarna coklat kehijauan hingga hijau kecoklatan, namun berbeda dengan Varietas Sukaluyu yang memiliki warna daun muda ungu cerah dan merah pudar, Varietas serta Varietas Apel Super dengan warna merah tua kecoklatan. Panjang daun jambu air berkisar 6,3–24,6 cm dengan lebar daun 2,6–9,9 cm dan memiliki panjang tangkai daun berkisar 0,2–0,9 tangkai daun jambu air tergolong pendek Hariyanto 2003. Menurut Tjitrosoepomo 2009 bentuk dan ukuran tangkai daun sangat berbeda berdasarkan jenis tanaman, bahkan pada satu tanaman ukuran dan bentuknya dapat pula Tanaman Jambu AirTipe pembungaan letak bunga pada batang pada ujung batang flors terminalis dan pada ketiak daun flos axilarisWarna bunga kuning kehijauanTangkai bunga atau pedicellus berkelompokMorfologi Bunga jambu air termasuk ke dalam bunga lengkap yakni terdiri atas benang sari, putik, kelopak, dan mahkota serta tangkai bunga. Bunga jambu air memiliki simetri bunga radial. Tanaman jambu air secara umum memiliki letak bunga axillary dan terminal dengan tipe perbungaan compound dichasia, simple dichasia, dan beberapa compound cyme, namun banyak varietas yang diamati memiliki dominasi letak bunga axillary dengan tipe perbungaan compound dichasia . Menurut Verheij dan Coronel 1997 jambu air memiliki letak bunga terminal dan di ketiak daun axillary. Diameter bunga jambu air yang diamati berkisar 2,5–4,8 cm. Panjang tangkai bunga jambu air berkisar antara 0–3 cm. Jumlah kuncup bunga jambu air per tandan berkisar antara 1–31 kuncup, sedangkan jumlah bunga mekar per tandan berkisar 1–18 kuntum. Jumlah kuncup dan bunga mekar pada Varietas Lilin Hijau bisa mencapai 31 kuncup dan 14 bunga mekar, hasil ini lebih banyak dibandingkan varietas lain. Menurut Hariyanto 2003 jambu Lilin Hijau unggul di bidang rasa dan produksi buah. Buah jambu Lilin Hijau sangat lebat, hingga daun tanaman dapat tertutupi oleh buah. Perlekatan bagian-bagian bunga memiliki beberapa tipe dalam satu bunga, yaitu connate, distinct, dan free. Kelopak bunga jambu air berjumlah empat dan saling berlekatan synsepalous. Kelopak bunga jambu air pada beberapa varietas yang diamati memiliki tiga tipe warna, yaitu putih kehijauan, putih kekuningan, atau putih hijau kekuningan. Mahkota bunga berjumlah empat dan saling bebas apopetalous. Mahkota bunga memiliki warna putih jambu air memiliki tipe benang sari bebas tidak saling berlekatan poliandrus dengan struktur filamentous. Jumlah benang sari berkisar 400–700 benang sari pada masing-masing bunga. Benang sari memiliki panjang 1,9–4,6 cm. Tipe perlekatan kepala sari pada tangkai sari jambu air yaitu dorsifix di tengah dan subbasifix agak tepiKepala sari berwarna krem dan tangkai sari berwarna putih kekuningan. Bentuk kepala putik bunga jambu air adalah melebar diffuse dan memiliki warna putik putih kehijauan. Panjang putik tanaman jambu air berkisar antara 2,0–4,5 cm. Kedudukan bakal buah inferior dengan tipe plasentasi bakal buah axil. Menurut Rao dan Hodgkin 2002 perbedaan karakter morfologi warna pada bagian-bagian bunga disebabkan oleh faktor Tanaman Jambu AirPosisi buah di ujung dan ketiakSusunan buah dompolanBuah Tunggal, Warna buah hijau, merah, putih dan kuning pucatUkuran Buah kecil, sedang dan besarMuda kuning merah atau sesuai varietasTua hinau, merah, putih atau sesuai varietasMorfologi Buah Jambu air memiliki tipe buah tunggal, berdaging, dan termasuk ke dalam buah buni berry. Buah jambu air memiliki permukaan kulit yang licin. Jumlah buah per tandan yang dapat diamati berkisar 1–6 buah. Panjang tangkai buah berkisar 0–3,4 cm. Bentuk buah bervariasi, yaitu lonceng, bulat–bulat telur, lonjong–lonjong berlekuk, bulat segitiga, bulat melebar, bulat, bulat besar, lonjong, bulat–bulat memanjang. Bentuk buah yang berbeda dapat digunakan sebagai pembeda antar varietas. Warna kulit buah muda bervariasi dengan warna kulit buah matang dan warna daging buah buah jambu air berkisar 15–107 gram dengan panjang buah 3,1–7,3 cm dan lebar buah 3,8–6,9 cm. Ketebalan buah berkisar 0,8–3 cm. Kandungan Padatan Total Terlarut PTT buah berkisar 3,1–12 o brix. Kandungan PTT ini dapat digunakan untuk menunjukkan tingkat kemanisan buah, semakin tinggi nilai PTT maka buah semakin manis. Hal ini didukung oleh penelitian Ihsan dan Wahyudi 2010 bahwa semakin tinggi kandungan padatan terlarut, maka semakin tinggi pula kadar sukrosa pada bahan uji. Hasil pengamatan rasa buah menunjukkan bahwa Varietas Citra, Mutiara Hitam, dan Cincalo memiliki rasa daging buah sangat manis dan secara umum buah jambu air memiliki aroma buah harum kuat ketika jambu air memiliki tekstur renyah dan sangat renyah dengan kandungan air rendah, sedang, hingga tinggi. Tekstur sangat renyah dimiliki oleh Varietas Citra dengan kandungan air sedang–tinggi dan King Rose Apple dengan kandungan air sedang . Karakter morfologi buah memiliki lebih banyak keunikan dibandingkan karakter morfologi yang lain, sehingga untuk membedakan antar varietas jambu air, karakter ini dapat dijadikan sebagai parameter utama. Morfologi Biji Buah jambu air ada yang berbiji dan ada yang tidak berbiji. Jumlah biji paling banyak terdapat pada Varietas Sukaluyu yakni dapat mencapai tujuh butir. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Varietas Camplong dan Cincalo tidak memiliki biji. Jambu air memiliki biji berwarna putih, putih kecoklatan, coklat, coklat kehitaman. Panjang biji jambu air berkisar 0,4–2,1 cm dan lebar 0,4–2,0 cm dengan total bobot biji 0–5 gram. Menurut Verheij dan Coronel 1997 S. aqueum memiliki biji berjumlah 1–6 butir dan S. samarangense memiliki biji 0–2 butir dengan diameter mencapai 0,8 biji jambu air secara umum dapat dikelompokkan menjadi bulat, bulat telur hingga pipih. Menurut Verheij dan Coronel 1997 biji S. aqueum berbentuk membulat dan berukuran kecil serta S. samarangense memiliki biji berbentuk bulat, memipih. Hal ini juga didukung oleh pernyataan Morton 1987 bahwa jambu air khususnya S. samarangense memiliki biji berbentuk morfologi beberapa varietas jambu air berdasarkan karakter generatif berupa bunga dan buah memiliki banyak keunikan pada masing-masing varietas. Karakter buah dapat digunakan sebagai karakter pembeda yang paling dominan antar varietas. Karakter vegetatif tanaman berupa batang dan daun memiliki perbedaan karakter lebih sedikit dibandingkan karakter generatif tanaman. Perbedaan karakter morfologi disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Daun sisi abaksial Varietas Citra memiliki banyak stomata, sedangkan sisi adaksial daun tidak terdapat stomata. Trikoma pada kedua sisi sayatan daun baik abaksial dan adaksial tidak ditemukan. Varietas Citra memiliki rata-rata kerapatan stomata terbesar pada ujung daun, sedangkan bagian tengah daun memiliki rata-rata kerapatan stomata Lahan dan AdaptasiKetinggian tempat altitude 10 - m dplKesesuaian suhu 18 - 34 derajat celciusKesesuaian tanah Tanah Gembur dan suburKesesuaian curah hujan - mm per tahunKesesuaian cahaya Semi Shade, Full SunPertumbuhan Tanaman Kebutuhan Air Kebutuhan Perawatan Lokasi tanaman buah secara geografis terletak pada 06º–35º LS dan 52º–106º BT dengan kemiringan lahan 0–8 % dan ketinggian tempat ± 70 mdpl. Tipe iklim TBM termasuk tipe iklim A dengan curah hujan 2000–4000 mm/tahun, suhu rata-rata 25 °C dan kelembapan relatif 80–90 %. Jenis memiliki jenis tanah latosol, warna tanah coklat sampai kemerahan, tekstur tanah sedang hingga berat, struktur tanah remah hingga gembur, infiltrasi air lambat sampai dengan tinggi, dan mengandung bahan organik kurang dari 2 %. Lokasi memiliki pH tanah berkisar 5,6–6,6 dengan kondisi kelembapan tanah kering hingga sangat lembap pada rentang 1–10, kelembapan udara 52,8–60,9 %, suhu sekitar 34,1–36,5 ºC, dan intensitas cahaya 234–1516 lux. Selain itu, di lokasi juga memiliki pH tanah 6,0–6,6 dengan kelembapan tanah kering hingga sangat lembap dengan rentang 2–10, kelembapan udara sebesar 72,7–77,1 %, suhu udara 31,0–32,2 ºC dan intensitas cahaya 254–709 lux. Kecepatan angin di kebun berkisar 0– 3,2 km/jam. Menurut Ristekdikti 2006 beberapa syarat tumbuh tanaman jambu air, antara lain ketinggian tempat 0–1000 mdpl, curah hujan rendah/kering sekitar 500– 3000 mm/tahun, suhu berkisar 18–28 ºC, kelembapan udara 50–80 %, intensitas cahaya matahari 40–80 %, dan memiliki pH tanah 5,5–7, Jambu Air Tanaman jambu air secara umum meliputi beberapa varietas Citra, Sukaluyu, Camplong, Madura Putih, Rose Apple, Apel Super, Mutiara Hitam, Neem, Lilin Merah, Lilin Hijau, King Rose Apple, Semarang Darah, Cincalo, dan beberapa varietas lain. Varietas Citra merupakan varietas yang paling diunggulkan karena memiliki rasa buah yang manis, harga jual yang tinggi, dan memiliki rata-rata ukuran buah yang besar. Widodo et al. 2012 melaporkan bahwa Varietas Citra merupakan salah satu varietas yang memiliki kestabilan sangat tinggi berdasarkan karakter yang berhubungan dengan morfologi, distribusi, dan penamaan. Varietas tergolong stabil apabila memiliki karakter morfologi tetap seragam, terdapat di berbagai lokasi distribusi luas, memiliki nama, dan dikenal banyak Tanaman Jambu AirPerbanyakan tanaman jambu air dilakukan dengan metode cangkok dan okulasi. Pada perbanyakan melalui metode cangkok, indukan dipilih dengan kriteria memiliki batang sehat, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua, serta memiliki kemampuan produksi yang bagus, sedangkan pada metode okulasi, batang bawah berasal dari tanaman yang sudah tidak produktif yang sudah dipangkas berat toping, kemudian disambung dengan batang atas entres yang didapatkan dari tanaman varietas unggul. Pemilihan entres dilakukan dengan memilih batang yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Panjang entres tidak ditentukan dalam pemilihan entres. Hal ini didukung oleh penelitian Parsaulian et al. 2012 yang menyatakan panjang entres tidak mempengaruhi persentase keberhasilan sambungan. Menurut Limbongan 2012 penentu keberhasilan sambungan, selain dipengaruhi oleh jenis klon sumber entres, juga ditentukan oleh pengalaman dan keterampilan petani untuk melakukan TanamanClade MagnoliopsidaOrder MyrtalesFamily MyrtaceaeGenus SyzygiumSpecies Syzygium aqueumBinomial nameSyzygium aqueum AlstonSinonimEugenia javanica mindanaensis RobinsonMusim Berbunga dan Berbuah Jambu AirMusim berbunga pada tanaman jambu air berdasarkan hasil pengamatan terjadi pada bulan Februari hingga Juni serta mengalami musim berbuah antara bulan Maret hingga Juli. Menurut Tohir 1981 jambu air memiliki musim berbunga pada bulan Juli dan September dan berbuah lebat pada bulan Agustus dan November serta pada jambu air semarang berbunga pada bulan April hingga Juni dan berbuah lebat pada bulan Juli hingga Agustus. Beberapa periode musim berbunga dan berbuah yang tidak konsisten diduga terjadi karena adanya pengaruh faktor lingkungan atau pengaturan kondisi lingkungan khususnya pada saat pembungaan atau musim berbunga. Menurut Tohir 1981 musim berbunga dan lama berbunga menentukan musim berbuah pada tanaman di foto foto ini, merupakan musim buah di bulan November 2020 dan buah jambu air sangat manis dan Fase Pembungaan dan Pembuahan Jambu AirLama fase pembungaan dilihat berdasarkan lama waktu bunga kuncup hingga bunga mekar. Hasil pengamatan menunjukkan lama fase pembungaan pada Varietas Citra, Sukaluyu, Rose Apple, dan Lilin Merah tidak jauh berbeda yakni sekitar satu bulan. Pembungaan dapat dikendalikan melalui pengaturan kondisi lingkungan terutama suhu dan secara kimiawi dengan mengaplikasikan senyawa kimia tertentu seperti zat pengatur tumbuh Zulkarnain 2010. Lama fase pembuahan dilihat berdasarkan lama waktu dari pembesaran bakal buah sampai dengan buah matang. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Varietas Citra dan Sukaluyu memiliki rentang fase pembuahan yang tidak jauh berbeda yaitu 19–29 hari dan 17–29 hari 3–5 minggu, Varietas Neem 21–24 hari 4 minggu, Varietas Semarang Darah 33–36 hari 5–6 minggu, sedangkan Varietas Mutiara Hitam memiliki fase pembuahan yang lebih lama sekitar 38 hari 6 minggu. Menurut Margianasari et al. 2013 lama pembentukan buah jambu air sejak tanaman berbunga adalah 4–5 minggu setelah muncul fase pembungaan maupun pembuahan pada beberapa varietas jambu air tidak dapat diamati disebabkan adanya kerontokan bunga maupun buah pada saat pengamatan. Kerontokan bunga dan buah secara umum terjadi pada semua varietas. Beberapa varietas yang lebih rentan mengalami kerontokan buah, yaitu Lilin Hijau, Lilin Merah, dan Madura Putih. Menurut Hariyanto 2003 kerontokan bunga maupun buah dapat disebabkan beberapa faktor, antara lain gangguan alam, gangguan hama, gangguan cendawan, kesalahan pemupukan, kurang berhati-hati dalam perawatan, dan gangguan fisiologis. Cara mengatasi hal tersebut ialah dengan melakukan tindakan pencegahan maupun pengendalian yang Tanaman Jambu AirPerawatan tanaman dilakukan melalui beberapa perlakuan antara lain penyiraman, penyiangan, pemupukan, pemangkasan, serta pemberantasan hama dan penyakit. Penyiraman biasanya dilakukan pada awal pembungaan dan secara intensif dilakukan pada musim kemarau serta pada fase pembentukan buah hingga pembesaran buah. Penyiangan bertujuan mencegah kemungkinan adanya pertumbuhan jamur disebabkan daerah sekitar perakaran yang lembab. Penyiangan biasanya dilakukan sebelum pemupukan dan pada proses menuju pembungaan. Jenis pupuk yang digunakan dalam pemupukan yaitu pupuk organik dan anorganik. Pemupukan yang baik dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun. Menurut Hariyanto 2003 pemupukan sebaiknya dilakukan sebelum pemangkasan. Pemangkasan bertujuan mengurangi kerimbunan pohon untuk memberikan peluang cahaya matahari dapat masuk sehingga tanaman mendapat cukup sinar matahari. Pemangkasan yang dilakukan yaitu pemangkasan pemeliharaan, bentuk, dan peremajaan. Pemangkasan biasanya dilakukan setelah panen buah. Menurut Margianasari et al. 2013 pemangkasan tanaman sebaiknya dilakukan pada saat selesai panen buah dan dilakukan rutin 3–4 kali dalam satu tahun. Hariyanto 2003 menambahkan bahwa waktu pemangkasan sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan, sebab suhu tidak terlalu panas dan persediaan air cukup banyak sehingga dapat membantu mempercepat pertumbuhan tunasHama dan Penyakit Tanaman JambuPemberantasan hama dan penyakit secara umum dilakukan dengan tiga cara yaitu mekanik, kimiawi, dan biologis. Cara mekanik dilakukan secara langsung dengan memotong/mengambil bagian-bagian dari tanaman yang terserang hama dan penyakit kemudian dibuang. Cara kimiawi dilakukan dengan melakukan penyemprotan pestisida/fungisida pada tanaman yang terserang. Cara biologis dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami dari hama/penyakit pengganggu tanaman. Menurut Pracaya 2007 pengendalian hama yang baik adalah dengan cara biologis. Hama yang menyerang tanaman jambu air berdasarkan hasil pengamatan, antara lain ulat pagoda, ulat penggulung/pemakan daun, ulat kepala besar, ulat jengkal, ulat bulu, ulat kupu-kupu gajah, kutu daun, lalat buah, belalang daun, walang sangit, dan beberapa hama lain. Tanaman jambu air yang lebih rentan terserang penyakit pada daun antara lain Varietas Neem dan Mutiara Hitam. Beberapa penyakit yang ditemukan pada tanaman jambu air, yaitu antraknosa, embun jelaga, dan adanya gangguan pada buah berupa bercak kehitaman yang menyebabkan gugur buah. Menurut Ristekdikti 2006 noda berwarna kecoklatan atau kehitaman pada permukaan buah disebabkan oleh ulat/lalat buah dan sejenis cendawan yang mengakibatkan buah rontok dan busukManfaat TanamanManfaat tanaman sebagai buah penghasil Vitamin CLokasi PemotretanLokasi pemotretan di Blitar, Jawa TimurDetail Camera maker Nikon CorporationCamera model Nikon D5200F Stop f/ time 1/125 Speed ISO 400 Focal lengh 300 mmLens Sigma 70-300mm f/ DG Macro Nikon AF-S 105mm F/ IF-ED VR Micro-NIKKORKamus Identifikasi tumbuhan dan tanaman serta Sumber Informasi untuk Pengenalan Tumbuhan dan Tanaman Planter and Forester

ciri ciri daun jambu air